<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SWA.co.id &#187; Pelindo</title>
	<atom:link href="http://swa.co.id/tag/pelindo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://swa.co.id</link>
	<description>SWA Online</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 10:50:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Pelindo II Akan Berinvestasi Rp 3,6 Triliun Hingga 2012</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/pelindo-ii-akan-berinvestasi-rp-36-triliun-hingga-2012</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/pelindo-ii-akan-berinvestasi-rp-36-triliun-hingga-2012#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 13:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Dwinanto Iskandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelindo]]></category>
		<category><![CDATA[Pelindo II]]></category>
		<category><![CDATA[Perkapalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=21641</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2011 dipastikan menjadi tahun yang sibuk bagi Pelindo II. Dalam upayanya meningkatkan produktifitas serta mencapai target laba tahun 2011,  <a href="http://swa.co.id/updates/pelindo-ii-akan-berinvestasi-rp-36-triliun-hingga-2012">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 11.5pt;" lang="SV"> </span></p>
<p>Tahun 2011 dipastikan menjadi tahun yang sibuk bagi Pelindo II. Dalam upayanya meningkatkan produktifitas serta mencapai target laba tahun 2011, beberapa rencana investasi pun dijalankan Pelindo II baik internal maupun eksternal bekerjasama dengan pihak lain.</p>
<p>Di antara beberapa investasi yang dijalankannya adalah mendatangkan 16 alat bongkar muat barang berbagai jenis dari China yang akan disebar di berbagai pelabuhan daerah dalam wilayah kerja Pelindo II. Total investasi alat hingga 2012 adalah sebesar 769 miliar rupiah, sementara secara keseluruhan, termasuk fasilitas dermaga, investasi mencapai Rp.3,6 triliun. Secara keseluruhan, total investasi alat berat ini naik 140% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp.2,5 triliun.</p>
<p>Sementara itu, Pelindo II juga menggagas pembangunan pelabuhan lain di wilayah potensial nusantara. Diantaranya rencana pembangunan Terminal Petikemas Sorong untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian Timur dan Terminal Petikemas Tanjung Sauh Batam sebagai Asia Port.</p>
<p>Adapun hingga semester I – 2011, Pelindo II telah membukukan laba sebesar Rp 970 miliar, dari total target laba sebesar Rp 1,74 T di tahun 2011. Laba di semester I 2011 ini meningkat 136,57% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.</p>
<p>“Kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada Pelindo II seharusnya bisa memotivasi dan menumbuhkan kepercayaan para investor terhadap kemampuan BUMN mengembangkan potensinya. Terlebih bila hal tersebut bisa terwujud dengan tanpa harus tergantung kepada pihak asing dan berkontribusi secara positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri kelautan Indonesia pada khususnya,” ujar RJ Lino dalam kesempatan berbuka puasa di rumahnya di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (15/8).</p>
<p>Tak cuma itu, Lino juga memaparkan Pelindo II kini berhak mengajukan <em>right to match</em> untuk menjadi pelaksana pembangunan proyek Terminal Petikemas Kalibaru tahap I di Tanjung Priok.<em> </em>Hal ini seiring dengan surat resmi yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan atas hak Pelindo II untuk mengajukan penawaran Right to Match kepada pemenang tender.<em> </em>Selain itu<em> </em>hal ini juga berkat penandatanganan kesepakatan stand-by loan sebesar 11 triliun yang disanggupi oleh Bank Mandiri pada bulan lalu.<em> </em></p>
<p>“Ini adalah momen yang kami nantikan dan <em>a challenging year </em>bagi PT Pelindo II. Jika diberikan kesempatan memimpin proyek pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru maka ini adalah peluang bagi Perusahaan untuk menunjukkan keseriusan dalam menjalankan projek sekaligus <em>showcase </em>bahwa sebagai BUMN, Pelindo II juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri kelautan yang sesungguhnya merupakan <em>competitive advantage </em>Indonesia,” pungkas Lino.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/pelindo-ii-akan-berinvestasi-rp-36-triliun-hingga-2012/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelindo II Tangani Pendangkalan Alur di Bengkulu</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/pelindo-ii-tangani-pendangkalan-alur-di-bengkulu</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/pelindo-ii-tangani-pendangkalan-alur-di-bengkulu#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 00:16:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Dwinanto Iskandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Pelindo]]></category>
		<category><![CDATA[RJ Lino]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=17647</guid>
		<description><![CDATA[Pendangkalan alur masuk pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu sudah lama menjadi kendala operasional yang mengganggu keselamatan dan keamanan kapal  <a href="http://swa.co.id/updates/pelindo-ii-tangani-pendangkalan-alur-di-bengkulu">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-size: 16pt; font-family: Arial;"><br />
</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Pendangkalan alur masuk pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu sudah lama menjadi kendala operasional yang mengganggu keselamatan dan keamanan kapal yang akan keluar masuk pelabuhan. Apabila tidak segera diatasi, pendangkalan ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah setempat dan mendatangkan resiko keselamatan serta keamanan kapal-kapal yang akan berlabuh serta melakukan kegiatan bongkar-muat barang. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II telah melayangkan surat kepada Kementerian Perhubungan agar masalah pemeliharaan dan pengerukan alur di Pelabuhan Bengkulu dapat segera diatasi, mengingat peran pentingnya sebagai gerbang rantai perekonomian daerah Bengkulu dan sekitarnya. “Pemerintah menyadari adanya kendala yang dirasakan oleh para pengguna jasa untuk berlabuh dan kami telah ditugaskan untuk segera melakukan pengerukan alur di Pelabuhan Pulai Baai,” demikian pernyataan Direktur Utama PT Pelindo II R.J. Lino di sela-sela rapat koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI pada 2 Februari 2011 lalu. “Pada tahap pertama akan dilakukan pengerukan hingga kedalaman -6 meter LWS, sedangkan pengerjaan proyek ini sendiri diperkirakan akan memakan waktu 3,5 bulan,” lanjut Lino.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Sebagai gambaran, dengan kedalaman air pada alur masuk perairan pelabuhan yang hanya mencapai -4,5 meter, rata-rata terdapat 25 unit kapal yang kandas setiap bulannya. Apabila rata-rata arus keluar masuk kapal melalui Pelabuhan Pulau Baai mencapai sembilan unit per hari, maka PT Pelindo II Cabang Bengkulu selaku pengelola Pelabuhan Pulau Baai akan mengalami potensi kerugian hingga miliaran rupiah setiap tahunnya, mengingat banyak kapal dengan bobot di atas 2.500 GWT (<em>gross weight tonnage</em>) yang mengangkut berbagai jenis komoditi yang tidak dapat berlabuh. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Potensi kerugian ini dialami oleh PT Pelindo II dan juga para pengguna jasa yang kapal-kapalnya bersandar di pelabuhan, salah satunya adalah PT Pertamina (Persero) UPMS Bengkulu. Kapal tanker milik perusahaan migas negara ini sebelumnya bisa bersandar di dermaga dengan kapasitas kapal 3.000 GWT. Namun kini hanya kapal-kapal berukuran 1.000 GWT yang dapat bersandar di dermaga. Belum lagi kapal-kapal yang mengangkut berbagai komoditi utama daerah Bengkulu, diantaranya adalah batubara, cangkang dan <em>crumb rubber, </em>yang tidak hanya dikirim ke beberapa wilayah Bengkulu dan sekitarnya namun juga ke beberapa negara di kawasan Asia bahkan Amerika. Proses pengangkutan komoditi tersebut tidak dapat menggunakan <em>mother vessel</em> jenis <em>panamax</em> sehingga proses bongkar muat batubara dilakukan dengan pola <em>transshipment</em> di Pulau Tikus dengan menggunakan tongkang.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Sementara dalam beberapa tahun terakhir, batubara sendiri merupakan komoditi primadona dan menjadi penyumbang pendapatan terbesar Pelabuhan Bengkulu. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya <em>throughput</em> batubara yang mencapai lebih dari dua juta ton pada tahun 2010 atau meningkat sekitar 30% dari tahun sebelumnya yang teralisasi sebesar 1,4 juta ton. Sementara itu, realisasi arus kunjungan kapal juga mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2010 lalu, arus kunjungan kapal terealisasi sebanyak 1.200 unit atau 1,6 juta GT (<em>gross tonnage</em>), meningkat sebesar 21,5% dari realisasi tahun 2009 yang mencapai 988 unit atau 1,2 juta GT.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">“Dengan pengerukan ini, kedalaman alur Pelabuhan Bengkulu diharapkan mencapai kondisi ideal. Selain itu, dengan adanya penambahan alat bongkar muat pada tahun ini, produktivitas pelabuhan diharapkan meningkat 40% dari kondisi saat ini. Peningkatan produktivitas ini pada akhirnya turut membantu kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Bengkulu dan sekitarnya,” tutup R.J. Lino.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/pelindo-ii-tangani-pendangkalan-alur-di-bengkulu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

