<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SWA.co.id &#187; Procter &amp; Gambler</title>
	<atom:link href="http://swa.co.id/tag/procter-gambler/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://swa.co.id</link>
	<description>SWA Online</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 14:21:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Unggulkan Divisi Riset, PT P&amp;G Gelontorkan US$ 400 Juta</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/unggulkan-divisi-riset-pt-pg-gelontorkan-us-400-juta</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/unggulkan-divisi-riset-pt-pg-gelontorkan-us-400-juta#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 14:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herning Banirestu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[P&G]]></category>
		<category><![CDATA[Procter & Gambler]]></category>
		<category><![CDATA[R&D]]></category>
		<category><![CDATA[riset]]></category>
		<category><![CDATA[toiletris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=22706</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai perusahaan asal Amerika Serikat yang bermain di pasar consumer product, PT Procter &#38; Gamble Home Product (PT P&#38;G) menilai  <a href="http://swa.co.id/updates/unggulkan-divisi-riset-pt-pg-gelontorkan-us-400-juta">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif; font-size: x-small;"><span style="font-style:normal;">Sebagai perusahaan asal Amerika Serikat yang bermain di pasar </span><em>consumer product, </em><span style="font-style:normal;">PT Procter &amp; Gamble Home Product (PT P&amp;G) menilai Indonesia menjadi pasar yang diincar pemain global. Agar tidak kalah bersaing, P&amp;G rela menggelontorkan investasi untuk divisi </span><em>research and development </em><span style="font-style:normal;">(R&amp;D) sebesar US$ 400 juta.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif; font-size: x-small;"><span style="font-style:normal;">Untuk Indonesia sendiri, P&amp;G enggan memberi angka spesifik soal kucuran dana tersebut. Namun, P&amp;G menginvestasikan dana US$ 100 juta untuk tiga tahun mendatang dalam program pembangunan pabrik di Indonesia. Inilah komitmen jangka panjang perusahaan yang menghasilkan produk konsumen seperti Pantene, Pampers, Gillette, Dawney, Olay dan lainnya dalam mempertahankan pertumbuhan &#8216;dua digit&#8217; di Indonesia. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-size: x-small;">“</span><span style="font-family: ARial,sans-serif; font-size: x-small;"><span style="font-style:normal;">Kami adalah pemain nomor satu yang berkembang pesat di dunia </span><em>consumer product. </em><span style="font-style:normal;">Untuk di Indonesia, keberadaan P&amp;G memang belum selama para pesaing. Namun secara global, merek kami sudah dikenal masyarakat,” ujar Mohammed A. Ismael, Presiden Direktur PT P&amp;G Indonesia.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif; font-size: x-small;"><span style="font-style:normal;">Perusahaan ingin memperlebar &#8216;sayap&#8217; secara vertikal di portofolio produk dengan menawarkan lebih banyak barang dengan keragaman harga. P&amp;G menargetkan konsumen dengan pendapatan terbatas, salah satu caranya adalah menawarkan popok ekonomis, Pampers Orange. Selain itu, perusahaan juga ingin berkembang ke arah horisontal dengan fungsi produk yang semakin beragam, produk cairan bilas pelembut pakaian Downey, misalnya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-size: x-small;">“</span><span style="font-family: ARial,sans-serif; font-size: x-small;">Apa yang kami lakukan adalah membaca perkembangan dan tren di masyarakat dengan detil. Kami memanfaatkan divisi R&amp;D secara optimal. Sebagai contoh, sebelum meluncurkan Downey, kami melakukan riset secara ketat soal gaya mencuci masyarakat Indonesia, cara mereka membilas pakaian, bagaimana kualitas air yang mereka gunakan dan sebagainya. Dari hasil riset, kami mampu merancang produk yang cocok bagi konsumen Indonesia,” kata Ismael lagi.</span></p>
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p id="yui_3_2_0_1_1317366001215537" style="margin-bottom:0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif; font-size: x-small;">Dalam kurun tiga tahun mendatang, P&amp;G akan membangun pabrik di Indonesia. Meskipun menolak menginformasikan lokasi dan kapasitas produksi, pabrik tersebut akan dimanfaatkan untuk memproduksi lebih dari satu kategori barang. “Yang perlu saya tekankan, Indonesia akan menjadi pasar yang sangat penting bagi perusahaan.”</span></p>
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif; font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif; font-size: x-small;">Jika melihat perkembangan pasar dunia, pasar Amerika dan Eropa misalnya, pertumbuhan ekonomi makin melambat. Pemain dunia menyadari potensi terbesar ada di Asia. Ismael melihat Indonesia sebagai salah satu negara potensial di Asia. (Acha)</span></p>
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: x-small;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/unggulkan-divisi-riset-pt-pg-gelontorkan-us-400-juta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsep Baru Gerai SK-II Hadir di Plasa Indonesia dan Plasa Senayan</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/konsep-baru-gerai-sk-ii-hadir-di-plasa-indonesia-dan-plasa-senayan</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/konsep-baru-gerai-sk-ii-hadir-di-plasa-indonesia-dan-plasa-senayan#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 03:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eva Martha Rahayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corporate Action]]></category>
		<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Procter & Gambler]]></category>
		<category><![CDATA[SK-II]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=11877</guid>
		<description><![CDATA[Â  Â  Setelah 6 tahun meramaikan bisnis kosmetika di Indonesia, SK-II membuat terobosan baru. Yaitu menghadirkan konsep beauty lounge yang  <a href="http://swa.co.id/updates/konsep-baru-gerai-sk-ii-hadir-di-plasa-indonesia-dan-plasa-senayan">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Â </p>
<p>Â </p>
<p>Setelah 6 tahun meramaikan bisnis kosmetika di Indonesia, SK-II membuat terobosan baru. Yaitu menghadirkan konsep <em>beauty lounge </em>yang<em> simple, elegant, </em>menjaga kualitas, serta didominasi oleh warna merah marun, diharapkan gerai SK-IIÂ  dapat memenuhi kebutuhan lebih banyak konsumen terhadap rangkaian perawatan kulit produk Jepang ini.</p>
<p>Â </p>
<p>Melalui konsep baru, gerai SK-II yang banyak dijumpai di mal-mal papan atas disulap menjadi lebih modern dan mewah yang dilengkapi dengan<em> facial cabin</em>. Untuk gerai SK-II konsep baru ini, di Indonesia masih dua outlet saja, yaitu di Plasa Indonesia dan Plasa Senayan.</p>
<p>Â </p>
<p>Di Indonesia, penjualan dan distribusi SK-II dipasarkan oleh PT Procter &amp; Gamble Indonesia sejak tahun 2004 dengan menggunakan seorang <em>brand ambassador, </em>yaitu artis Susan Bahtiar. Sementara merek SK-II sudah dikenal sejak 30 tahun yang lalu di Negeri Matahari Terbit.</p>
<p>Â </p>
<p>Menurut SK-II Manager, Daisy Utami, pihaknya optimistis menghadapi pasar perawatan wajah, karena animo konsumen terhadap produknya terus meningkat. Penjualannya, terus meningkat di Sogo, Metro, dan Debenhams. Hingga kini, pihaknya telah mengoperasikan 9 outlet SK-II yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan.</p>
<p>Â </p>
<p>Untuk menjaga loyalitas konsumen, pihaknya memberikan pelayanan yang lain dari produk perawatan kulit lainnya. &#8220;Kami memberikan pelayanan konsultasi dan mencobakan produk kepada konsumen, tanpa memaksa untuk membeli,&#8221; kata Daisy. Selain itu, pihaknya juga memberikan pelayanan kepada konsumen baru untuk merasakan pengaruh pemakaian produk perawatan kulit asal Jepang.</p>
<p>Â </p>
<p>&#8220;Kami yakin dengan kualitas produk SK-II yang mengandung bahan pitera. Konsumen dapat merasakan keajaiban manfaat dari pitera,&#8221; ujar Daisy mengklaim. Pitera berasal dari proses fermentasi ragi yang dapat melembabkan kulit hingga membuat keseimbangan agar kulit bercahaya sehat alami.</p>
<p>Â </p>
<p>Yang jelas, lanjut Daisy, pihaknya pantan menggunakan stragi penjualan yang hard selling. Kiat ini tidak cocok untuk produk perawatan kulit SK-II yang menyasar segmen premium. â€œJika kastemer datang ke gerai SK-II, kami tidak memaksa konsumen untuk belanja atau membeli produk. Biar konsumen merasakan sendiri manfaat dari produk SK-II. Kami percaya, jika wanita telah menemukan produk perawatan wajah yang cocok, pasti akan kembali lagi ke SK-II,â€ paparnya. Strateginya ini sejalan dengan filosofi SK-II, yakni bukan sekadar perawatan kulit, tapi bagaimana memadukan perawatan kulit dengan l<em>ife style.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/konsep-baru-gerai-sk-ii-hadir-di-plasa-indonesia-dan-plasa-senayan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

