Tuesday, June 30, 2015

surat utang

 
 

Risiko Gagal Bayar Alfamart Rendah

Gerai Alfamart Tanah Baru

Fitch Ratings Indonesia memberi peringkat Nasional Jangka Panjang Alfamart di ‘AA-(idn) dengan Outlook Stabil. Di saat yang bersamaan, Fitch juga mengafirmasi peringkat obligasi Alfamart sebesar Rp1 triliun yang akan jatuh tempo di tahun 2017 di ‘AA-(idn)’ dan program obligasi berkelanjutan sebesar Rp 2 triliun di ‘AA-(idn)’. Obligasi dan program obligasi diberi peringkat yang sama dengan peringkat Nasional Jangka Panjang Alfamart di ‘AA-(idn)’ karena obligasi tersebut mencerminkan kewajiban perusahaan yang langsung, tanpa kondisi, dan tanpa jaminan. Peringkat yang diberikan untuk program obligasi tidak menjamin obligasi yang diterbitkan dalam program tersebut akanRead More


ADB: Negara-Negara Asia Harus Perkuat Pasar Obligasinya

ADB

Dalam Laporan Asia Bond Monitor yang dirilis Asia Development Bank (ADB) pada Maret 2014 ini, menyebutkan bahwa pasar obligasi domestik di negara-negara kawasan Asia Timur dan Tenggara, termasuk Indonesia, telah mampu bertahan menghadapi volatilitas pasar yang terjadi belakangan ini, namun risiko akan terus meningkat dan negara-negara di kawasan tersebut harus tetap siap untuk menghadapinya. “Data ekonomi yang bagus, imbal hasil yang menarik, serta pulihnya nilai tukar sejumlah mata uang menunjukkan bahwa Asia masih menjadi tempat terbaik untuk investasi. Namun, risiko penularan krisis (contagion risk) lebih tinggi dari sebelumnya. Jadi supayaRead More


Pefindo: Outlook Beberapa Bank Stabil di 2014

Pefindo-500x375

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat atau rating terhadap surat utang/obligasi (bond) beberapa bank yang menjadi kliennya. Mereka berpendapat bahwa industri perbankan memiliki tantangan terhadap kenaikan suku bunga, dan juga mungkin kualitas aset perbankan akan sedikit memburuk di 2014, karena perekonomian yang memang belum pulih. “Tapi kalau untuk rating secara umum masih stabil. Jadi walaupun ada gejolak-gejolak seperti itu ya kemungkinan dari perbankan yang kita rating itu stabil. Kalau dari komposisi aset DPK juga kita nilai masih dalam koridor yang terkendali. Kalau BI memang mensyaratkan rasio LDR antara 78%-92%,Read More


Tambah Portofolio, Pefindo Luncurkan Biro Kredit Sebagai Bisnis Baru

Pefindo

Setelah berhasil menguasai 85% pasar pemeringkatan yang merupakan bisnis intinya, kali ini PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) membuka bisnis terbarunya yaitu Pefindo Biro Kredit. Ronald T. Andi Kasim,  Direktur Utama Pefindo, mengatakan, Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) atau Pefindo Biro Kredit nantinya akan mengelola data perkreditan dan kewajiban keuangan nasabah dan debitur. Selain itu metodologi dan modeling credit scoring yang digunakan berstandar internasional. Sementara itu, sebagaimana peraturan Bank Indonesia terhadap pendirian Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP), Asisten Direktur Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan Bank Indonesia, Sani Eka, mengemukakan bahwa reputasiRead More


BI Rate Rendah, Penerbitan Surat Utang 2013 Diprediksi Rp 80 Triliun

obligasi

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan penerbitan surat utang di 2013 sebanyak Rp 80 triliun, dengan medium term notes (MTN) sekitar Rp 10 triliun serta sisanya yakni Rp 70 triliun untuk penerbitan obligasi. Faktor tingkat suku bunga acuan (BI rate) yang dipertahankan di level 5,75% menjadi salah satu pemicu perusahaan menerbitkan surat utang “Salah satu faktor yang menjadi sentimen positif adalah suku bunga yang rendah, sehingga penerbitan obligasi masih menarik di kalangan perusahaan-perusahaan. Penerbitan obligasi ini masih menunjukan tren positif,” kata Direktur Utama Pefindo, Ronald T Kasim. Dari sisi permintaan,Read More


Jaya Ancol Terbitkan Obligasi Rp 300 Miliar

Dufan

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. akan menerbitkan dua seri oligasi senilai Rp 300 miliar berdurasi tiga tahun dan lima tahun. Menurut keterangan resmi Jaya Ancol yang dirilis di Jakarta, Jumat (23/11), perseroan mengklaim telah mendapatkan peringkat ‘AA- dari Pefindo. PT Indopremier Securities dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi, sedangkan wali amanat PT Bank Permata Tbk. Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol, Budi Karya Sumadi, menjelaskan, dana yang dihimpun dari penerbitan obligasi ini, antara lain Rp 100 miliar untuk penyertaan modal kepada ekuitas anak perusahaan dengan kepemlikan sebesar 99,95Read More