BII Memasuki Era Pembukaan Rekening Digital

Share :

    Proses pembukaan rekening di bank seringkali membuat kita jengkel. Selain karena prosesnya rumit, harus mengisi satu per satu data pribadi, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi berlembar-lembar dokumen juga memakan waktu yang lama. Namun di Bank Internasional Indonesia (BII), hal itu tidak akan terjadi.

    Dato Khairussaleh Ramli, CEO BII

    Pada Kamis (6/9), bank lokal yang saham mayoritasnya dimiliki Maybank Malaysia ini, resmi meluncurkan layanan pembukaan rekening tabungan tanpa harus mengisi dokumen tertulis alias “Paperless Account Opening System”. Seperti apa layanan tersebut? Berikut wawancara Lila Intana dari SWA Online dengan Presiden Direktur PT Bank Internasional Indonesia Tbk., Dato’ Khairussaleh Ramli.

    Bisa dijelaskan secara teknis bagaimana proses Paperless Account Opening System?

    Nasabah yang ingin membuka rekening tabungan baru, hanya perlu menyerahkan kartu identitas berupa KTP kepada customer service (CS) kami. Kemudian CS akan malakukan proses scaning, data-data nasabah secara otomatis akan terekam. Kemudian mesin kami akan mencetak data yang sudah terekam tadi. Nasabah selanjutnya hanya perlu membubuhkan tandatangan sebagai bagian dari good corporate governance dan seperti yang disyaratkan BI.

    Apa bedanya dengan pembukaan rekening tabungan secara konvensional?

    Dengan sistem baru ini, maka jauh lebih efisien, tidak diperlukan berlembar-lembar kertas. Prosesnya tidak rumit dan jauh lebih cepat. Jika proses konvensional membutuhkan rata-rata waktu 20 menit, maka sistem yang baru hanya 8 menit. Nasabah juga tidak perlu menulis berlembar-lembar dokumen.  Baik nasabah, maupun CS bisa menghemat waktu sehingga pelayanan bisa lebih maksimal.

    Dengan proses ini, BII akan memiliki waktu yang lebih fleksibel untuk memahami kebutuhan nasabah dengan lebih baik, memanfaatkannya untuk melakukan cross selling dan menawarkan produk-produk perbankan sesuai kebutuhan nasabah.

    Teknologi apa yang digunakan sistem baru ini?

    BII menggandeng IBM dalam teknologi ini. Menggunakan solusi IBM Enterprise Content management (ECM). Melalui solusi ini, BII dapat mempercepat input data dengan akurasi yang tinggi serta biaya yang lebih rendah. Paperless Account Opening Sytem merupakan layanan berbasis teknologi yang pertama di Indonesia.

     Apa lagi keunggulan dari sistem baru ini?

    Selain mampu mempersingkat proses pembukaan rekening, mengurangi waktu tunggu nasabah, teknologi ini juga meningkatkan inovasi bisnis berwawasan lingkungan secara efisien melalui penerapan kantor yang ramah lingkungan. Data nasabah juga akan tersimpan secara sistematis dan rapi, hingga mudah dicari kembali. Melalui Paperless Account Opening System, kami memasuki fase baru ke teknologi digital.

    Bagaimana kesiapan BII terhadap sistem baru ini? Apakah semua kantor cabang akan menerapkan sistem ini?

    Pada tahap awal, BII akan menerapkannya di kantor-kantor cabang induk dan dalam satu tahun ke depan diproyeksikan dapat diimplementasikan di seluruh kantor cabang BII di Indonesia. Proses ini akan memberikan kontribusi bagi peningkatan produktivitas perbankan secara luas.

    Apakah penerapan Paperless Account Opening System ini bagian dari strategi BII untuk menambah nasabah?

    Kami fokus untuk meningkatkan pelayanan. Namun kami juga berharap ada peningkatan jumlah nasabah hingga 10% akhir tahun ini. Nasabah kami per Agustus 2012 tercatat 3 juta.

    Selama ini BII membebaskan biaya administrasi pembukaan rekening tabungan secara konvensional, dengan sistem baru ini apakah nasabah akan dikenakan biaya?

    Tidak ada yang berubah. Jika dulu gratis, maka dengan adanya sistem baru ini, BII juga membebaskan biaya administrasi pembukaan rekening. (EVA)

    Share :

      by Lila Intana on 6th Sep 12
      Posted in Technology

      Share

      View or Post Comments.