Agus, Komandan Baru Sanken
Industri elektronik bukan bidang baru bagi Agus. Sudah lama ia malang melintang di industri ini. Terakhir Agus menjadi Direktur Pemasaran PT Topjaya Sarana Utama, distributor produk elektronik Toshiba. “Ada peluang dan tantangan baru di sini,†demikian kata Agus tentang alasannya bergabung dengan Sanken. “Di satu pihak, penetrasi di industri elektronik masih sangat rendah. Di pihak lain, industri elektronik bergerak dinamis,†katanya sambil menunjukkan data: penetrasi televisi 43%, mesin cuci 8%, AC 18%, dan produk lain juga di bawah 20%. “Berarti bisnis elektronik di Indonesia masih akan terus tumbuh,†ujarnya yakin.
Sebagai CEO baru, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini dibebani target tidak ringan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Target jangka pendek adalah menjaga agar perusahaan lebih efisien. Pasalnya, harga bahan baku, seperti plastik dan tembaga, semakin melangit, akibat nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemah, sampai menembus Rp 9.400/US$. Sementara itu, konsumen menuntut produk berkualitas dengan harga murah. “Berarti kami harus meningkatkan produktivitas, merampingkan organisasi, dan menambah kecepatan dalam bekerja,†Agus menjelaskan.
Ia juga merancang berbagai strategi. “Kuncinya adalah mengadakan pelatihan karyawan, memberikan service after sales, menjaga hubungan dengan pelanggan, serta memperluas jaringan distribusi,†kata Agus tentang kiatnya. Salah satu program yang akan dijalankan adalah menambah jumlah pusat servis Sanken. Tahun lalu ada sekitar 100 pusat servis, dan hingga akhir tahun ini akan bertambah 50-an lagi.
Kehadiran Agus memang terlihat membawa perubahan. Menurut Munir Hasan Basri, Manajer Pelatihan Senior IAK, Agus gencar menggarap aspek komunikasi, terutama promosi dan penjualan. Yang tampak menonjol, kini Agus menunjuk bintang ternama Titi Kamal sebagai ikon merek. Titi diharapkan dapat meningkatkan citra merek Sanken yang masih tergolong rendah. Betapapun, citra itu penting, baik di mata konsumen maupun dealer.
Bersamaan dengan itu, anggaran iklan Sanken ditingkatkan, dari 3% menjadi 4% dari penjualan bersih. Lalu, aktivitas komunikasi above the line ataupun below the line diperluas. Selain beriklan di media cetak dan televisi, kini Sanken rajin berpromosi ke daerah-daerah. Misalnya, mengadakan kompetisi Holahop di kecamatan-kecamatan. Sanken juga mensponsori KDI Road Show di tiga kota: Palembang, Bandung, Makassar. “Dengan komunikasi yang lebih intensif, image dan demand diharapkan dapat terangkat. Harapan kami, ketika pelanggan masuk toko, langsung mencari Sanken,†tutur Agus yang dibebani tugas meningkatkan omset Sanken. Omset IAK tahun lalu Rp 420 miliar, sedangkan target tahun ini sekitar Rp 500 miliar.
Agus mengatakan, Sanken berpotensi tumbuh lebih besar. Saat ini, beberapa lini produk Sanken telah berhasil menempati posisi yang menggembirakan. Di kategori mesin cuci, khususnya mesin cuci dua tabung, ia mengklaim Sanken memimpin pasar dengan pangsa 17%. “Kami berusaha terus memperbesar pasar di kategori ini.â€Â
Selain mesin cuci, Sanken menargetkan merebut pasar rice cooker, lewat produk andalannya, Magic Com. Peluang Sanken di kategori ini cukup besar, karena pemain global tidak menyentuh wilayah ini. “Dengan adanya Magic Com, kami menargetkan menguasai 10% untuk produk rice cooker,†ujar Agus sambil menyebut total pasar yang mencapai 3 juta unit.
Kategori lain yang juga jadi incaran Sanken adalah water dispenser dan AC. Sekarang, menurut Agus, Sanken menduduki posisi tiga besar di kategori water dispenser. “Penjualan water dispenser ditargetkan mencapai 100 ribu unit/tahun sedangkan AC 45 ribu unit/tahun.â€Â
Empat kategori tersebut selama ini selalu menjadi kontributor terbesar bagi Sanken. Maka, Agus pun akan tetap fokus di situ. Adapun untuk kategori lain, seperti TV dan Audio, ia tidak memasang target muluk. “Untuk TV, kami harus terlebih dahulu memperbaiki bottom-line. Karena itu, kami tidak berambisi besar di kategori ini. Sedangkan di audio, pemainnya sudah sangat crowded.â€Â
Sebagai tujuan jangka panjang, Agus menyebutkan, pihaknya akan mengembangkan produk-produk baru, seperti produk yang berhubungan dengan kesehatan, atau pemanas air yang menggunakan tenaga matahari. Tujuannya, membawa Sanken keluar dari arena pertarungan yang sudah sangat sesak. “Diversifikasi produk bisa menghasilkan margin yang cukup bagus,†katanya.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.