Ajeng Raviando
Kelahiran Jakarta, 15 Mei 1973, ini mengawali bisnis secara kebetulan. “Waktu itu, di sebuah pameran, saya lihat ada boneka kok bagus-bagus dan harganya murah. Akhirnya saya memborong sekarung boneka dengan harga nggak sampai Rp 200 ribu,” tuturnya. Boneka-boneka itu kemudian ia jual kepada teman-teman kuliahnya. Ternyata laris manis, dan banyak yang pesan kembali. Namun, di tengah jalan, pabrik yang menyuplai boneka tutup karena krisis moneter. Untuk memenuhi permintaan pasar, ia pun terjun langsung sebagai produsen dengan memproduksi sendiri.
Di samping mengurusi bisnis boneka, istri Ferry Raviando serta ibu dari Audrey Rania Raviando (8 tahun) dan Aurelle Geneva Raviando (4 tahun) ini sehari-hari juga menjalankan profesinya sebagai psikolog. Lewat Teman Hati Konseling, pemilik rambut panjang ini berkeinginan menyinergikan kedua bisnisnya. “Saya ingin suatu hari bisa membuka toko boneka yang disinergikan dengan playground dan lembaga konselingnya,” ujar Ajeng yang mengisi rubrik konsultasi psikologi di tabloid Realita dan kerap menjadi psikolog tamu di media cetak, radio dan televisi.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.