Aksi Terbaru SQ
Sebelumnya, penumpang harus transit di Tokyo atau Taipei jika terbang dari Singapura ke LA. Waktu tempuhnya pun lumayan panjang: sekitar 20 jam. Namun, dengan A345 LeaderShip, waktu yang panjang itu terpangkas banyak. Singapura-LA cukup 18 jam.
Terbang pulang-pergi sebanyak 7 kali seminggu, A345 LeaderShip, seperti dijelaskan Koh Boon Hwee, Chairman SIA, didesain untuk menyasar penumpang kelas premium. Mereka adalah para pebisnis dan pelancong yang ingin menikmati rasanya terbang dengan suasana kabin dan layanan layaknya fine dining restaurant atau hotel bintang lima.
Ini bukan mengada-ada. Pesawat sepanjang 67,9 m dengan lebar kedua sayap 63,45 m, berbobot 368 ribu kg, dan bermesin 4 Rolls-Royce Trent 553 ini, seperti diungkapkan Michael Tan, VP Eksekutif Senior Commercial SIA, memang berupaya memanjakan penumpangnya habis-habisan. Untuk penumpang Raffles Class (kelas bisnis), misalnya. Ke-64 kursi yang ditata berpola 2-2-2 di kelas ini, bisa diubah-ubah bentuknya (multiple seating positions). Penumpang bisa membentuk posisi tegak, juga condong ke belakang dengan membentuk sudut 8 derajat, sehingga menjadi tempat tidur datar sepanjang tubuh manusia rata-rata. Semua kursi di kabin ini dapat disetel sesuai anatomi tubuh agar bagian belakang badan, dari tengkuk hingga panggul, terasa nyaman.
Ke-64 kursi bernama SpaceBeds — sengaja dirancang NASA atas permintaan dan sudah dihakpatenkan oleh SIA — ini, permukaan luarnya dilapisi beludru halus lembut berwarna biru keungu-unguan. Selain itu, setiap kursi memiliki DVD port ?- pertama kali dilakukan SIA untuk pesawatnya — dan power supply outlet, sehingga penumpang tetap dapat menggunakan laptop selama perjalanan. Pokoknya, seperti iklannya, Customers on the A345 LeaderShip will travel in style. Penumpang akan terbang dengan penuh gaya. Bagaimana dengan Executive Economy Class?
Tak jauh berbeda. Manajemen SQ yang terkenal dengan kualitas layanannya yang excellent mengaku tetap memberi sentuhan pribadi buat penumpang kelas ekonomi. Yang membedakan, seperti dipaparkan Huan Cheng Eng, VP Eksekutif Marketing & the Region SIA, hanya pada bentuk kursinya yang tidak bisa dibuat menjadi tempat tidur layaknya di Raffles Class. Namun, ke-117 kursi di kelas ekonomi yang ditata berpola 2-3-2 dengan lebar sekitar 20 inci ini, dapat dipanjangkan 37 inci sehingga kaki pun dapat diluruskan dengan nyaman. Kalaupun ada perbedaan lain, ya, di harga. Untuk kelas ekonomi, tiket dibanderol US$ 1.300 sementara Raffles US$ 3.200.
Selain menggarap rute ke LA, rencananya A345 LeaderShip juga akan melayani rute direct flight Singapura-New York mulai pertengahan 2004. Melihat hal ini, boleh dikata, A345 LeaderShip adalah cara SIA untuk makin berkibar di jajaran puncak maskapai penerbangan dunia. Dan karena bisnis bukan makan siang gratis, anak usaha Temasek ini harus rela merogoh lacinya dalam-dalam. Uang sebesar US$ 2,2 miliar dibenamkannya untuk mengorder 10 unit A340-500 kepada Airbus.
Kini, untuk membuat investasinya itu cepat balik, SIA gencar berpromosi. Guna menarik target pasarnya dan meyakinkan mereka, perusahaan ini selalu menekankan dua hal: time saving dan comfort on the long journey. Selain berpromosi, penjualan juga agresif digenjot melalui biro-biro perjalanan. Cara yang terbilang wajar, terlebih saat dunia penerbangan masih trauma terhadap ancaman terorisme.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.