Alex Kurniawan
Dimulai di perusahaan susu Mead Johnsons. Oktober 2004 ia bergabung dengan Reckitt Benckiser sebagai Manajer Merek produk antiseptik Dettol. Targetnya, menjadikan Dettol sebagai sabun yang dapat dipakai sehari-hari. “Selama ini, Dettol lebih dikenal sebagai produk antiseptik yang dipakai jika dibutuhkan sebagai pembunuh kuman,”? ungkap kelahiran Malang, 26 Januari 1977 ini.
Penggemar tenis ini menyadari tak mudah meraih pangsa pasar Dettol yang premium di tengah persaingan produk sabun premium. Maka, sejak 2004 Dettol kembali giat beriklan yang konsepnya mengarah sebagai produk keluarga dengan meluncurkan berbagai varian wangi terbaru. “Gaya beriklan kami selalu berbarengan. Kegiatan lini atas selalu disertai aktivitas lini bawah dalam waktu yang sama. Selain itu, barang pun harus selalu ada dan siap dikirim ke pasar,”? Alex menegaskan.
“Sekarang, konsumen mulai menjadikan sabun antiseptik sebagai sabun mandi sehari-hari,”? tutur pecinta musik rock yang sempat merentas karier sebagai Konsultan Akunting di Bari Utomo Accounting Consultant ini. Ke depan, Alex siap fokus pada komunikasi pemasaran yang bercerita tentang nilai tambah Dettol. Bersama timnya, Alex berupaya mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan penjualan Dettol yang menurutnya sudah mencapai 80% sejak hadir di Indonesia.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.