Apa strategi Magister Manajemen lulusan Universitas Tarumanagara ini? Alex bergabung dengan BIIF ketika perusahaan ini sedang mengalami defisit keuangan. Saat direkrut, ia dipercaya sebagai General Manager Pemasaran. “Bisa dibilang, waktu itu penjualan nol, banyak problem, NPL tinggi dan juga banyak terjadi fraud,†katanya memberi ulasan. Persoalan bukan hanya dari luar, tetapi juga dari kalangan dalam. Cicilan mobil yang tidak bisa dibayar menyebabkan mobil harus ditarik kembali oleh BIIF. Sayangnya, hal ini dimanfaatkan oleh oknum karyawan BIIF sendiri. “Mereka menyewakan mobil tersebut, lalu biaya sewanya masuk ke kantong pribadi,†ungkap Alex, yang tak segan memberi pelatihan motivasi dan skill bagi para manajer BIIF di akhir pekan
Langkah awal yang ditempuh kelahiran Jakarta 7 Juni 1971 ini adalah membenahi sistem dan mengeluarkan orang-orang yang korup. Ia juga menjalin hubungan yang baik dengan banyak pihak sebagai jembatan menggaet klien. Diakuinya, pengalaman selama 9 tahun bekerja di PT ORIX Indonesia Finance – perusahaan pembiayaan asal Jepang – memberinya banyak pelajaran. “Dealer itu teman, jadi kami pergi ke dealer untuk berteman,†ujar Alex. Tanpa hubungan baik, imbuhnya, bisa saja dealer merekomendasikan perusahaan pembiayaan lain kepada konsumen.