Masuknya perusahaan asal Denmark ini di bisnis perparkiran, menurut Houtman Simanjutak, Presdir PT ISS Indonesia, sebagai upaya mewujudkan ISS menjadi perusahaan yang menawarkan integrated facility services (IFS). , punya inspirasi membangun IFS di seluruh dunia yang mamadukan banyak jasa di suatu gedung, sehingga bisa mengambil alih jasa di luar inti . Saat ini jasa yang bisa dipadukan antara lain cleaning,pest control, sekuriti perpakiran. “services sudah kami miliki, kecuali parkir, yang belum ada,â€Âujar Houtman. Upaya ini cukup berhasil. Sebutlah, di bisnis sekuriti. Dua tahun lalu ISS mulai terjun ke bisnis pengamanan, dan sekarang sudah menjadi yang terbesar di bisnis ini di Indonesia.
Lalu, terkait bisnis parkir, ISS memilih Sun Parking karena perusahaan lokal ini tumbuh cepat selama 2002-09. Berbeda dari Secure Parking yang notabene merupakan perusahaan asing sehingga prosesnya berbelit-belit, “Mendapatkan Sun Parking seperti hal bertemu jodoh, apalagi saat ingin meminang. Kalau ingin dilepas dan harganya cocok, kenapa tidak diambil,†kata Houtman. Di sisi lain, melalui telepon Suryanto menanggapi dengan enteng perihal penjualan Sun Parking kepada ISS ini. “Gue bosan 15 tahun menggeluti bisnis perparkiran,†ujar Suryanto yang sempat menjabat sebagai direktur pengelola di perusahaan yang kini bernama PT Sunparking Services International dan berbisnis ritel, resto, bakery dan kargo itu.
Proses pengambilalihan dilakukan secara akuisisi (murni) senilai Rp 100 miliar dan memakan waktu hampir setahun. Di sini, ISS mengambil alih bisnis Sun Parking yang saat itu memiliki sekitar 190 lokasi parkir yang tersebar di Indonesia, termasuk sekitar 5.100 karyawannya. Houtman yakin, dengan paradigma yang berbeda dan didukung sistem yang lebih baik, ISS bisa memperbesar dan menguasai pasar perparkiran di Indonesia.
Uniknya, tak semua klien Sun Parking diambil ISS. “Hanya sekitar 95% dari lokasi yang diambil,†kata Houtman. Adapun sisanya (5%) dilepas — umumnya lokasi yang dikelola pemerintah dan lokasi yang dinilai tidak efisien, seperti Bandara Kupang dan Sentani.
Yang jelas, berbagai pembenahan dilakukan ISS. Pertama, mengubah brand dari Sun Parking menjadi ISS Parking Services. “Meskipun nama Sun Parking sudah besar, saya tidak yakin. Karena, banyak klien yang kurang happy dalam hal pelayanan. Saya yakin dengan brand ISS merek itu bisa ditingkatkan menjadi lebih baik,†ujar Houtman. Slogan citra “Attitude for success†yang sebelumnya digunakan Sun Parking sekarang diganti dengan “ISS Parking Tertibâ€Â. Lalu, membenahi SDM. Di sini ISS akan memanusiakan karyawan dan mendidik mereka agar suatu saat menjadi manajer perparkiran. Untuk itu, selain menyelenggarakan, ISS juga memberikan remunerasi yang sesuai. “Karena kalau mereka tidak mendapat uang yang cukup, mereka akan kelola sendiri uangnya di lapangan,†katanya.
Yang tak kalah penting, transparansi dalam hal pengelolaan keuangan. Houtman menjelaskan, bisnis parkir adalah bisnis kepercayaan, sehingga penting sekali bagi pihaknya membuat klien tetap memercayai IIS mengelola uangnya. “Kami akan meng-upgrade sistem komputer (TI) yang digunakan Sun Parking, sehingga transparan, dan klien setiap saat bisa melihat berapa uangnya,“ ujar Houtman sambil menjelaskan, pembagian uang itu dilakukan tak hanya dengan pengelola gedung, tetapi juga pemerintah daerah dan lain-lain. Semua program pembenahan ini diperkirakan memakan dana Rp 20 miliar hingga akhir 2009.
Upaya ISS untuk menguasai bisnis parkir sangat luar biasa. Setelah mengakuisisi Sun Parking, awalnya ISS hanya memiliki 190 lokasi, kini sekitar 220 lokasi. Houtman menargetkan hingga akhir 2009 ISS akan mengelola sekitar 250 lokasi. “Ambisi kami dalam tiga tahun ke depan menjadi yang terbaik (nomor satu) dalam bisnis perparkiran,†katanya tandas. Diakuinya, kebutuhan tenaga kerja di bisnis ini cukup besar. Ia memperhitungkan, untuk memenuhi target 30 lokasi pada akhir tahun ini, ISS membutuhkan 30-35 orang per lokasi atau 1.000 orang.Pasar ceruk yang bisa digarap dalam bisnis sangat bagus: dari 2.800 klien ISS saat ini, paling tidak ada sekitar 200 klien yang bisa ditawarkan pengelolaan parkirnya.
Yang jelas, setelah bisnis parkir berhasil dimasuki, ISS berencana memasuki bisnis pengelolaan gedung (untuk melengkapi IFS). Houtman mengungkapkan, saat ini kontribusi terbesar pendapatan perusahaan masih berasal dari cleaning service (60%), disusul parkir (10%), lalu pest control dan katering (masing-masing 10%).
mohon info untuk Mall Depok Town Square, parkir motor dan mobil itu berapa perjam nya..??
karena sudah sering saya merasa di rugikan..
1. biaya parkir yang tidak transparan, karena pengunjung parkir selalu tidak menerima struk bukti parkir ketika keluar parkir bahkan tdk di perkenankan untuk melihat layar komputer…
2. biaya parkir motor paling mahal, 1 jam rp.1.000
bahkan saya pernah di kenakan rp.6.000
bayangkan kalau 1 orang di rugikan Rp.1.000, 1 hari 500 motor berapa pendapatan sampingan haram yang di dapat oleh ISS>..??
apakah ini kebijakan dari pusat.??mohon penjelasan dari ISS..
saya minta mutasi ko g bsa sich..padahal low ke RS SILOAM saya kejauhan..habis buat ongkos…saya kan krja cari duit bukan cari utang…tolong ditanggapi..
Kami perkumpulan anak bangsa yang ingin meniru kehebatan PT ISS.Dengan basic kami dalam bidang riset teknologi electronic dan IT semoga dapat turut meramaikan dan menyempurnakan sistem parkir di Indonesia.Teknologi kami telah digunakan oleh PT.Jasa Marga bandung.Semoga kami dapat mencontoh PT.ISS yang dalam waktu singkat dapat menggeser perusahaan-perusahaan yang telah lama dan lebih dahulu bergerak di perparkiran.Basis kami berada di lembah silikon Bandung.VTE pangilan kami.