And the Award Goes to
Selama sembilan tahun SWA menyajikan Sajian Utama/Khusus yang mengupas kekuatan atau nilai sebuah merek yang merupakan salah satu faktor sangat penting bagi kunci sukses pemasaran produk/jasa. Diawali pada 1994, bekerja sama dengan MARS dan MarkPlus kami menyelenggarakan survei top of mind (TOM) mengenai merek-merek yang paling populer atau yang diingat pertama kali oleh masyarakat.
Bekerja sama dengan MarkPlus, aktivitas ini berlanjut lagi pada 1996 lewat survei TOM yang dilengkapi persepsi kualitas merek. Pada September 1997 SWA bersama MARS menyajikan hasil survei TOM yang dilengkapi survei mengenai asosiasi merek, persepsi kualitas merek, loyalitas merek, dan iklan terpopuler.
Krismon yang melanda dunia bisnis sejak pertengahan 1997 memaksa kami sementara waktu menghentikan survei tersebut. Baru di awal 2000 SWA menyajikan lagi hasil survei mengenai merek, yang diselenggarakan MARS dan Frontier. Tahun 2001 bersama MARS, kami memutuskan menyempurnakan metodologi survei. Yang kami riset bukan hanya TOM merek-merek, melainkan menuju pada pengukuran kinerja merek (brand performance).
Tahun 2002 kami terus menyempurnakan metode survei bersama MARS. Hasil akhir survei kemudian kami sebut The Indonesian Best Brand 2002. Kepada para pemilik dan pengelolanya kami berikan penghargaan: The Indonesian Best Brand Award 2002.
Tahun ini sekali lagi kami mengembangkan survei dan sajian analisis kami dengan menampilkan merek-merek potensial di masa depan. Selain itu, kami juga menyurvei corporate brand, untuk mengetahui merek-merek korporat yang dianggap berkualitas di sejumlah industri.
“Kami bersama MARS akan terus berikhtiar untuk dapat menjalankan survei tahunan secara konsisten dan terus-menerus, menyempurnakan dan mengembangkan survei, analisis serta sajian kami,” papar Kemal Effendi Gani, Pemred Majalah SWA. Sebab, hanya dengan berbagai ikhtiar seperti itulah, “Kami yakin dapat menjadi mitra yang senantiasa mampu memberikan kontribusi nyata bagi para pelaku bisnis, konsumen, dan semua stakeholder lain, khususnya dalam upaya pengembangan merek dan bisnis di Indonesia,” lanjutnya.
“Merek bukanlah bagian dari bisnis. Merek adalah bisnis itu sendiri,” ungkap Asto S.Subroto. Presdir MARS itu mengingatkan bahwa perubahan paradigma kini tengah terjadi. “Dari paradigma memasarkan produk ke memasarkan merek.”
Melalui ruang ini kami mengucapkan selamat kepada para pemenang/peraih IBB Award 2003. Dengan tulus kami mengucapkan terima kasih pula kepada para narasumber dan mitra kami.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.