Pendiri sekaligus pemegang saham PT Avrist Assurance (Avrist) telah setuju menjual 23% sahamnya kepada DEG Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH. Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara “Joint Venture Partnership Avrist Assurance dan DEGâ€, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (27/1).
Perjanjian pembelian saham tersebut ditandatangani pada 16 November 2009 dan diresmikan oleh Menteri Keuangan Indonesia pada 15 Desember 2009 lalu. Dengan selesainya perjanjian tersebut, maka Avrist menjadi satu-satunya perusahaan asuransi di Indonesia yang disokong oleh pemegang saham rating AAA.
“Saya gembira dengan adanya kerja sama ini, karena Avrist telah menjadi perusahaan mandiri dan memperoleh penanam modal dengan reputasi yang baik,” ungkap Harry H Diah, Presiden Direktur dan pemilik saham terbesar Avrist, yang pada 22 Oktober 2009 memperoleh 60 persen kepemilikan saham AIA/AIG.
Chris Bendl, Vice President Director Avrist, mengatakan bahwa upaya joint venture tersebut merupakan landasan yang kuat dalam menggapai visi mereka yaitu memberikan satu polis Avrist di setiap rumah tangga Indonesia. Namun, Chris menolak menyebutkan angka ketika ditanya mengenai dana yang digunakan untuk kerjasama tersebut.
Senior Wakil Presiden Struktur Keuangan DEG, Holger Rothenbusch, menambahkan bahwa kebutuhan pasar akan layanan asuransi bertumbuh dengan pesat, salah satunya adalah Indonesia. “Oleh sebab itu, industri asuransi yang kuat sangatlah dibutuhkan di Indonesia. Dengan penanaman modal kami memilih untuk mendukung Avrist dalam pertumbuhan ke depannya sebagai perusahaan independen yang berkomitmen dengan standar internasional di industri asuransi,†paparnya.
DEG sendiri merupakan salah satu lembaga pengembangan finansial terbesar di Eropa dan telah menanam modalnya sebesar 4,7 miliar euro dalam proyek-proyek berbagai industri di Indonesia. Per Desember 2009, asetnya naik 36% sebesar Rp 7,5 triliun dengan rasio kecukupan modal sebesar 331%.
