Bank Ekspor Indonesia Targetkan Pertumbuhan Kredit 15%
Menurut Firmansyah, saat ini total outstanding utang perusahaan mencapai Rp 700 miliar terdiri atas Rp 300 miliar utang jangka pendek dan Rp 400 miliar utang obligasi yang jatuh tempo pada 2008. Ke depan, lanjut Firmansyah, perusahaan membutuhkan modal kerja untuk membiayai ekspor kredit terutama di sektor infrastruktur.
Untuk itu, melalui rapat umum pemegang saham (RUPS), perseroan setidaknya akan berubah bentuknya menjadi export credit agency (lembaga kredit ekspor). “Usulan perubahan bentuk itu sudah disampaikan di RUPS dan selanjutnya akan kita bicarakan ke tingkat menteri. Mudah-mudahan dalam tiga tahun perusahaan itu sudah mendapat persetujuan pemerintah sehingga perusahaan akan lebih fokus,” katanya.
Firmansyah menjelaskan, perubahan bentuk itu akan membuat perusahaan menjadi lembaga kredit ekspor pertama di Indonesia. Menanggapi perubahan fokus tersebut, ia mengatakan, tidak akan dianggap menjadi kompetitor bagi bank-bank yang sudah ada. Sedangkan menyangkut fokus kredit ekspor 2005, akan ditujukan kepada resource base (berbasis sumber daya), terutama agribisnis.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.