Bank OCBC NISP Buka Bisnis Syariah
Sejalan dengan fokus bisnisnya yang ditujukan untuk segmen UKM dan konsumer, maka Bank OCBC NISP juga akan menargetkan pasar tersebut untuk memberikan pelayanan syariahnya melalui 3 cabang syariah Bank OCBC NISP di Jakarta, Surabaya, dan Bandung serta ratusan layanan syariah (office chanelling) di berbagai kota besar di Indonesia, yang tentunya akan dilaksanakan secara bertahap dengan rencana peluncuran pada semester kedua tahun 2009.
“Bank OCBC Singapura sudah terlebih dahulu berhasil menjalankan usaha perbankan berbasiskan syariah melalui Bank OCBC Malaysia. Berdasarkan pengalaman ini, Bank OCBC Singapura juga akan memberikan dukungan penuh bagi Bank OCBC NISP untuk dapat berhasil menjalankan Unit Usaha Syariahnya di Indonesia,†ujar Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja.
Agenda lain yang dibahas dalam RUPS adalah persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2008, Penetapan Penggunaan Laba Perseroan tahun buku 2008, Penunjukan Akuntan Publik dan penetapan honorariumnya, dan Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi.
Bank OCBC NISP boleh lega karena berhasil melalui tahun 2008 yang penuh gejolak dengan hasil yang cukup menggembirakan. Beberapa hal signifikan yang telah dilakukan Perseroan selama tahun 2008 antara lain adalah dengan merubah namanya dari Bank NISP menjadi Bank OCBC NISP. Perubahan nama ini menjadi bukti semakin kuatnya dukungan OCBC Bank Singapura sebagai pemegang saham pengendali untuk terus mengembangkan Bank OCBC NISP dan berusaha menjadi salah satu dari 5 bank swasta terbesar di Indonesia.
Sepanjang tahun 2008 Perseroan juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 316,9 miliar atau naik 27% dari Rp 250,1 miliar pada tahun 2007 serta kenaikan total asset sebesar Rp 5,8 triliun atau naik 18% dari Rp 29 triliun pada tahun 2007. “Keberhasilan Bank OCBC NISP melalui tahun 2008 merupakan hasil kerja keras seluruh anggota keluarga Bank OCBC NISP yang tetap konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dengan dukungan para nasabahnya.†jelas Parwati.
Selain itu, RUPST juga kembali memutuskan bahwa laba yang diperoleh pada tahun 2008 akan diinvestasikan kembali dan tidak dibagikan dalam bentuk dividen kepada para pemegang saham. â€ÂTujuan jangka panjang Bank OCBC NISP untuk masuk menjadi salah satu dari 5 bank swasta terbesar di Indonesia, memerlukan investasi yang cukup besar dan penguatan infrastruktur untuk mendukung perkembangan Bank,†kata Parwati menambahkan.
Sehubungan dengan agenda perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, tidak ada perubahan pada struktur Dewan Komisaris. Sementara itu dijajaran direksi terjadi perubahan dimana Kamsidin Wiradikusumah telah berakhir masa jabatannya dan tidak bersedia untuk diangkat kembali sehubungan dengan faktor usia serta Tong Lay Kuen Rose mengundurkan diri sebagai Direktur.
Kamsidin Wiradikusumah telah mengabdi lebih dari 40 tahun dan telah bertugas diberbagai posisi dan bidang. Tong Lay Kuen Rose telah banyak membantu dalam meningkatkan bidang consumer banking. Selain itu, Bank OCBC NISP menambah 1 (satu) anggota baru Direksinya melalui pengangkatan Alan Jenviphakul sebagai Direktur Bank OCBC NISP. Alan Jenviophakul akan memikul tanggung jawab sebagai Direktur Treasury.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.