Banyu Biru Djarot
Lulusan bidang investment banking dari Universitas Reading, London ini menilai seorang wirausahawan harus memiliki prinsip kuat dalam mengembangkan bisnis. ?Talent make capital dance,? kata putra sulung politikus sekaligus seniman Eros Djarot ini. Di mata Banyu, kreativitas, jejaring dan usaha adalah modal paling inti dan mahal dalam menjalankan kewirausahaan. Karena itu ia mengaku tak membatasi diri dalam menggarap bisnis. ?Lingkup bisnis saya memang general trading tapi tidak menutup diri melirik industri lain bila ada peluang dan prospek,? ungkap kelahiran London, 19 Maret 1979 ini.
Banyu yang boleh dikatakan sebagai business arranger di Nextrum tengah memfokuskan untuk membangun resor seluas 3 ha di Pulau Dewata. Di proyek ini, Banyu menggandeng Aston Management dan pengusaha Belgia. ?Lebih seperti konsorsiumlah,? kata lajang pehobi berat membaca buku dan nonton DVD, yang mengaku saat ini perusahaannya masih dalam tahap menyusun portofolio. ?Kami masih ingin mengembangkan usaha sesuai dengan kemampuan kami dan tidak neko-neko alias transparan,? ungkapnya. Sebagai wirausahawan yang bisa bergerak leluasa, saat ini Banyu mulai melakukan pendekatan ke sektor agrobisnis, bekerja sama dengan perusahaan lain yang terjun di bidang pertanian. ?Skema bisnisnya: pengusahalah yang menyediakan benih, teknologi dan sarjana pendamping,? Banyu menguraikan.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.