Â
Guna menjadikan Indonesia sebagai basis referensi harga komoditi tingkat Asia, hari ini (31/3) PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) secara resmi diluncurkan. Peresmian dilakukan oleh Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu dan disaksikan oleh Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Deddy Saleh, serta Direktur Utama BKDI, Megain Widjaja.
Â
Dalam sambutannya dalam acara tersebut, Mendag mengatakan bahwa kehadiran BKDI diharapkan dapat meningkatkan kinerja perdagangan berjangka di Indonesia, khususnya sebagai pelindung nilai bagi para pelaku pasar yang rentan terhadap gejolak harga komoditi. Selain itu, diharapkan akan mendorong Indonesia sebagai basis referensi harga komoditi dunia yang selama ini ditentukan oleh luar negeri.
Â
Sementara itu, Deddy Saleh menyatakan bahwa produsen (terutama) petani tidak perlu repot untuk mengecek harga komoditi yang mereka hasilkan. Sebab, mereka bisa mengacu pada harga BKDI. “Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dulu sendirian. Dengan adanya saingan (BKDI), diharapkan BBJ akan semakin terpacu untuk bergerak,â€Â ia menerangkan.
Â
Dalam kesempatan yang sama, Megain Widjaja menjelaskan, Indonesia adalah produsen CPO nomor satu dunia, produsen nomor dua timah, produsen nomor tiga Kakao, produsen nomor empat Kopi, produsen nomor 7 untuk emas, dan negara perekspor batubara terbesar kedua di dunia. Sayangnya, sampai saat ini indonesia belum dapat memberikan acuan harga komoditinya sendiri dan sangat tergantung pada referensi harga dari negara lain seperti harga CPO dari Malaysia, harga kopi dan kakao dari London atau Rotterdam. Untuk itu, dengan BKDI, ia berharap menjadikan indonesia sebagai penentu harga komoditi dunia.
Â
Pada tahap pertama, Megain memperkenalkan produk unggulan BKDI berupa kontrak berjangka emas dalam rupiah – GOLDGR. “Kebutuhan pasar fisik emas di Indonesia cukup tinggi, maka untuk tahap awal kita meluncurkan produk unggulan ini,â€Â ungkap cucu dari taipan Eka Tjipta Widjaja, ini.
Â
BKDI sendiri sebelumnya telah beroperasi (soft launch) pada 23 Juni 2009 lalu, dengan atas izin Bappebti Nomor: 26/Bappebti/KP/6/2009. Produk yang ditawarkan meliputi Soft Agri (CPO, Kopi, dan Cokelat); Logam (emas dan timah); serta Energi (Batu bara, dan Minyak mentah/ Crude Oil).
Â
Ada tiga kelompok komoditi primer yang diperdagangkan BKDI; pertama, kelompok soft agri yang terdiri dari produk CPO, kopi dan kakao. Kedua, kelompok energi yaitu emas dan timah. Ketiga, kelompok energi batubara dan minyak mentah (crude oil). Namun, saat ini BKDI masih fokus pada perdagangan komoditi CPO dan emas.
Â
Megain menjelaskan, volume perdagangan sejak soft launching lalu mencapai 200 lot/ hari. Dan ia mengharapkan, dengan peresmian ini akan semakin banyak lagi transaksi yang akan dilakukan.