Budy Ierawan

Budy Ierawan

Pangsa pasar juga diubah. AR berusaha tak lagi hanya menangani klien kecil, tapi secara bertahap menangani klien besar. “Untuk memudahkan pencairan klaim dan kinerja yang efektif, juga perlu ditunjang dengan sistem teknologi informasi,” ungkapnya. Konsekuensinya, tuntutan profesionalisme dan ongkos yang lebih tinggi dari sebelumnya. “Tim direksi mendukung penuh langkah ini,” katanya. Bapak dua anak itu juga mengusahakan agar pelayanan bisa dikerjakan dalam satu hari. “Walaupun jualan tidak banyak, kami bisa memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Perombakan itu tak sia-sia. Setahun kemudian, pendapatan premi yang sebelumnya hanya Rp 8 miliar meningkat menjadi Rp 14,2 miliar. Ganjaran baginya, ia didapuk menjadi Manajer Pemasaran. Tahun 2006, AR kembali meningkatkan pendapatan premi sampai Rp 30 miliar. Lalu per September 2007, meningkat lagi sampai Rp 45 miliar. Seiring dengan itu, karier Budy juga terus melesat, saat ini ia dipercaya menjadi Wakil Presiden Direktur AR, sebelumnya Direktur Eksekutif. Tahun depan, Budy berani menargetkan pendapatan premi sampai Rp 100 miliar. “Saya yakin, perusahaan mampu menggaet pangsa pasar yang lebih luas,” katanya.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag