PT Bukit Uluwatu Villa (BUV) segera go public. Perusahaan properti yang memiliki Hotel Alila Ubud dan Alila Villas Uluwatu itu akan melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) kepada publik sebanyak 857,14 juta saham dengan free float ratio maksimal sebesar 30%.
Masa penawaran awal (book building) dari IPO BUV akan dilangsungkan pada 17-22 Juni 2010. Pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akan diperoleh pada 28 Juni 2010. Masa penawaran umum dijadwalkan pada 30 Juni- 2 Juli, dan diharapkan tercatat di Bursa Efek Indoensia (BEI) pada 8 Juli 2010.
Nilai nominal saham ditetapkan Rp 100 dan nilai penawaran harga saham perdana BUV dipatok Rp 230 – 260 per saham. Dengan demikian hasil dana IPO diperkirakan Rp 197,14 – 222,86 miliar. “Rencananya seluruh dana hasil penggalangan publik ini, akan digunakan untuk akuisisi, peningkatan modal anak usaha dan ekspansi usaha,†kata Jhon D. Rasjad, Direktur Keuangan BUV, usai paparan publik di Jakarta.
Rincian penggunaan dana IPO, sekitar 12% untuk penambahan 12 unit vila di Alila Ubud, 48% untuk pengembangan proyek Alila Villas Bintan, 32% untuk pengembangan proyek Alila Manado dan sisanya 8% untuk pendanaan modal kerja.
Proyek-proyek baru BUV terbut diperkirakan bakal rampung tahun 2011-2013. Untuk ini, perseroan mengalokasikan dana Rp 350-400 miliar untuk tahun 2010. “Uluwatu sudah melewati introduction period, sehingga target revenue kami 3,5 sampai empat kali dari tahun sebelumnya,” tambah Jhon.
Sepanjang tahun 2009, perseroan meraih laba usaha Rp 6,18 miliar meningkat dibanding 2008 yang merugi Rp 7,13 miliar. Pendapatan usaha tercatat Rp 45,88 miliar atau naik 82% dibandingkan tahun 2008. Posisi ekuitas mencapai Rp 205,76 miliar atau meningkat dibanding 2008 sebesar Rp 176,16 miliar.
Manajemen BUV menargetkan pendapatan hingga akhir tahun 2010 sebesar Rp 223,5 milliar dan laba bersih Rp 41 miliar.
