Ajita Creative Agency memang agensi periklanan yang lebih fokus pada jalur digitalisasi. Produk yang pernah dibesutnya antara lain Sidomuncul, LG, Holcim, Lintasarta, ORIX, KenariDjaja dan Soewarna Business Park. Walaupun terbilang pemain baru (dibesut empat tahun lalu), Ajita membukukan omset miliaran rupiah per tahun. Ajita juga kebanjiran order dari luar negeri untuk pengerjaan Nestle, Ferrari, Subaru, FlightFocus, FaberImage, dan perusahaan Smartag dari Malaysia.
Sejak awal, Citra dan partnernya membuat garis kebijakan untuk lebih menggunakan Internet sebagai media promosi para kliennya. Sebut saja situs web Holcim, yang tak hanya menjual semen begitu saja, tapi juga mengedukasi masyarakat dan memberi solusi. Dalam situs webnya, terdapat nomor kontak pekerja bangunan per wilayah yang sudah diedukasi Holcim yang biasa disebut Abang Holcim. “Ide itu datang dari kami dan dikembangkan bersama,†ucap Citra. Tahun ini, lulusan Jurusan Teknologi Informatika Universitas Bina Nusantara ini menargetkan pertumbuhan lebih dari 50%. Krisis global diyakininya justru merupakan lahan empuk untuk meningkatkan posisi tawar dibandingkan dengan perusahaan lain. “Justru krisis global ini membuat banyak perusahaan ingin promosi yang lebih efisien,” ujarnya.