Cynthia Tan
Lajang kelahiran 27 September tahun 1980 ini memang sudah mengenal dunia ritel fashion sejak berusia belasan tahun. Dari situlah cintanya terpupuk. Ditambah lagi, sebelum menyelesaikan kuliah di Jurusan Manajemen University of Bradford, London, Cynthia sempat setahun sekolah fashion di Jakarta. Karena itu, begitu lulus, ia segera mewujudkan mimpinya dengan membuka Fashion Bar. Sesuai dengan namanya, meja kasir didesain layaknya sebuah bar yang dihiasi berbagai botol minuman bermerek. Penataan barang dibuat seapik mungkin dengan koridor yang lebar. Di tengah koridor, terdapat drum-drum minyak tanah yang disulap menjadi wadah pakaian bermerek yang tengah diobral.
Hasilnya? Sejak dibuka pada Februari lalu, penjualan Fashion Bar cukup stabil meskipun merek-merek yang disediakan dari kelas menengah-atas seperti Polo, Point One, jins Mobile Power, Escrava, Sesame Street dan lain-lain. “Di hari-hari akhir pekan bisa dobel bahkan tiga kali dari hari biasa,†kata Cynthia yang mengaku ingin menggeluti dunia ritel fashion sampai kapan pun.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.