Dana Kelolaan Reksa Dana TRAM Consumption Plus Ditargetkan Rp 500 Miliar
Potensi pasar reksa dana saham masih besar. Itulah sebabnya, PT Trimegah Asset Management (TRAM) merilis reksa dana saham TRAM Consumption Plus. Produk investasi ini adalah reksa dana ke-4 TRAM setelah meluncurkan reksa dana TRIM Kapital, TRIM Kapital Plus, dan TRIM Syariah Saham. Reksa dana berbasis saham terbaru ini ditargetkan mencapai dana kelolaan Rp 500 miliar untuk penjualan hingga akhir tahun ini.
Bagi TRAM, produk ini adalah reksa dana saham pertama yang tematik. Yaitu bertujuan menawarkan ke investor untuk berinvestasi melalui perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor konsumsi domestik.
Fajar Hidayat menjelaskan, komposisi investasi TRAM Consumption Plus sebesar 75-80% ditempatkan ke konsumsi dalam negeri, sedangkan 20-25% disanya diinvestasikan pada portofolio plus. “Tujuannya untuk menciptakan alpha melalui investasi pada saham berkapitalisasi kecil dan menengah. Sedangkan penciptaan beta pada kondisi pasar bullish melalui investasi di sektor konsumsi langsung maupun tidak langsung,” kata Direktur PT Trimegah Asset Management, itu.
Portofolio konsumsi adalah portofolio dengan sektor berbasis konsumsi di mana kategori ini merupakan sektor penyedia barang dan jasa yang manfaatnya bisa dinikmati secara langsung oleh konsumen. Sektor konsumsi antara lain consumer goods, properti, telekomunikasi, otomotif, semen, perbankan dan finansial.
Sementara itu, Portofolio Plus merupakan portofolio di luar kategori konsumsi yang manfaatnya tidak dinikmati secara langsung oleh konsumen. Adapun sektor plus antara lain pertanian, pertambangan, alat berat, industri dasar, dan bahan kimia.
Mengapa mayoritas investasi di sektor konsumsi? Fajar mengatakan, setidaknya hal ini dipicu oleh empat alasan. Pertama, 60% dari pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi. Kedua, pertumbuhan ekonomi solid dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% hingga 2012. Ketiga, jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta sangat potensial. Keempat, makin bertambahnya jumlah golongan masyarakat menengah.
Produk ini menetapkan nilai investasi Rp 250 ribu, dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) Rp 1.000. Biaya pembelian unit penyertaan maksimum 2% dari jumlah pembelian. Biaya penjualan kembali unit penyertaan sampai dengan 2% dalam tempo maksimum 1 tahun. Biaya redemption 0% jika dilakukan setelah 1 tahun.
Imbal jasa manajer investasi dipatok maksimum 4% dari NAB, sedangkan imbalan jasa bank kostodian 0,2% dari NAB. Produk ini juga menyertakan fitur asuransi perlindungan jiwa, yang bekerja sama dengan PT Asuransi Jiwasraya, yakni perlindungan berupa kematian akibat kecelakaan bagi investor. Untuk uang pertanggungan maksimum Rp 1 miliar per investor.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.