Home » Updates » Demam Akses Internet via Ponsel

Demam Akses Internet via Ponsel

Tren tersebut rupanya ditangkap dengan sigap oleh kalangan operator seluler, dengan menawarkan layanan akses mobile broadband, lewat teknologi General Packet Radio Service (GPRS). Kini, dengan ponsel seharga Rp 1 juta saja, user bisa mengakses Internet layaknya lewat komputer desktop bermodem. Yang jelas, mereka tidak perlu repot lagi booting komputer agar bisa akses Internet. Bahkan, bagi para pengguna layanan mobile Internet melalui Indosat sudah disediakan fitur untuk mempermudah mengaksesnya, seperti: i-go, Facebook, Yahoo Messenger dan lainnya. Dengan begitu, pelanggan cukup mengklik menu tersebut, tanpa perlu repot-repot mengetik alamat Web-nya.

Menurut Teguh Prasetya, Group Head of Brand Marketing PT Indosat Tbk., untuk meningkatkan akses Internet via ponsel pihaknya melakukan bundling dengan produk NexianBerry yang dibanderol seharga Rp 999 ribu/unit. Indosat menawarkan tarif murah buat layanan paket data ini. “IM3 memberikan tarif paling murah untuk layanan paket data ini, yaitu Rp 1 per kb,” Teguh mengklaim.

Selain itu, Indosat menawarkan pula model penarifan menggunakan durasi, dan menyediakan voucer Internet. Saat ini, voucer Internet tersedia di banyak gerai berupa kartu dengan denominasi Rp 5 ribu untuk masa aktif lima hari. Voucer ini dapat digunakan buat mengakses Internet dengan durasi 250 menit. Hasilnya? “Dari 30 juta lebih pelanggan Indosat, lebih dari 20%-nya mengakses Internet dengan menggunakan ponsel,” ucap Teguh bangga.

Makin maraknya orang mengakses Internet via ponsel dibenarkan juga oleh Arief Pradetya. Menurut Manajer Data & Broadband Service PT Telkomsel ini, pertumbuhan akses Internet, terutama melalui ponsel, luar biasa. Layanan GPRS ini diluncurkan Telkomsel pada 8 Oktober 2002. Awal tahun ini, pengguna layanan akses data baru mencapai 6,2 juta, tetapi per akhir Juni 2009 telah tumbuh menjadi 8,7 juta – atau naik 40% hanya dalam waktu 6 bulan. Dari total pengguna akses data tersebut, sekitar 8,5 juta merupakan pengakses data via ponsel, dan 200 ribu lewat PC (laptop ataupun desktop).

Telkomsel sendiri, menurut Arief, menawarkan beragam layanan akses data Internet, yakni: layanan dengan promo tarif normal Rp 5/kb (pay as you go), bagi pelanggan Simpati, Kartu As dan Kartu Halo; tarif komunitas kampus/sekolah Rp 1/kb bagi pelanggan Simpati dan Kartu As; paket hemat flash small denomination bagi pelanggan Simpati dan Kartu As; hingga promo Rp 100 ribu, 300 Mb, 30 hari untuk penggunaan dari laptop. “Kami menawarkan banyak produk yang beragam, sehingga mereka bisa memilih sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Arief meyakini, dengan keunggulan infrastrukturnya, pelbagai jenis layanan yang terjangkau itu tidak akan mengganggu kualitas koneksi Internet yang diberikan. Menurutnya, dari sisi kemampuan delivery throughput, Telkomsel mampu mengakomodasi trafik hingga 86,4 Tb per hari, naik tiga kali lipat dibanding awal tahun ini. “Telkomsel kini memiliki kapasitas jaringan data terbesar dan terluas,” Arief menegaskan dengan bangga.

Baik Arief maupun Teguh optimistis pasar Internet lewat ponsel ini akan terus berkembang. Pasalnya, dagangan yang ditawarkan tidak hanya akses data, tetapi akan ditambahkan value-added yang lain. Misalnya, konten atau aplikasi lain yang berhubungan dengan Internet.

Boleh jadi optimisme mereka tidak berlebihan. Sebab, sebuah survei menyebutkan Indonesia akan mampu menjadi motor pengguna mobile broadband di Asia Tenggara dengan potensi pengguna mencapai 50 juta user di tahun 2012.

Pengamat pemasaran Godo Tjahyono menyebutkan, secara total pasar pengguna Internet Indonesia naik hingga 6 juta dalam waktu tiga tahun terakhir. Sementara pangsa pasar mobile Internet mencapai sekitar 10% (dari total pengguna Internet). “Penggunaan mobile Internet ini masih didominasi oleh ponsel, ketimbang laptop yang menggunakan modem,” ucap Godo.

Peningkatan jumlah pengakses Internet tersebut, khususnya melalui ponsel, menurut Godo, karena semakin murahnya tarif akses Internet. Begitu pula dengan perangkat pengaksesnya. Maka, kemudahan pun menyertai. “Online, online…,” penyanyi bertubuh subur Saykoji berdendang dengan riang.

SHARE SOCIAL MEDIA


Category: Updates  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


2 × six =