Devi Yosita
Untuk pembenahan eksternalnya, sarjana komunikasi dari Universitas Mustopo itu berusaha mengubah persepsi masyarakat bahwa Axioo adalah merek internasional sekaligus menonjolkan nilai tambah produknya. “Notebook Axioo memang dipasarkan pertama kali di Indonesia, tapi Axioo adalah merek Singapura dan berkantor pusat di sana,†kata wanita berdarah Minang yang sedang hobi menari salsa itu. Upaya yang ditempuh antara lain melalui konferensi pers, meng-generate forum dan milis penggemar Axioo, serta mengubah komunikasi visual dengan menggunakan tampilan layaknya merek asing.
Hasilnya? “Pada April 2009, menurut Intel, Axioo masuk di posisi lima besar penjualan notebook di Indonesia setelah Acer, HP, Toshiba dan Lenovo,†kata Devi. Dari sisi kinerja internal, selama tiga kuartal terakhir, penjualan Axioo selalu mencapai dua kali lipat dari target yang ditetapkan manajemen. “Tapi, semua itu tentu saja berkat kerja sama kami semua di sini,†tambah Devi yang menargetkan dalam dua tahun ke depan Axioo harus masuk ke jajaran tiga besar penguasa pasar notebook di Tanah Air.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.