Edward Hilman

Edward Hilman

“Tidak ada yang namanya instan, semua baru bisa dicapai dengan keringat dahulu,” ujar kelahiran Bandung, 10 Mei 1978, ini. Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengaku selama ini banyak belajar dari buku dan seminar untuk membangun sistem perusahaan. Suami Melita yang tengah menantikan buah cintanya itu berpendapat, dalam merekrut pegawai baru harus mengutamakan sikap. “Skill bisa dipelajari, attitude agak susah diubah,” kata penggemar buku See You at the Top karya Zig Ziglar ini.

Kiat suksesnya dalam berkarier, menurutnya, tidak pernah give up. “Walaupun kadang sering berbenturan dengan masalah, saya tidak pernah menyerah,” kata pehobi renang ini. Di matanya, justru orang harus gagal sebelum meraih sukses. Filosofinya, perusahaan adalah ladang. “Dan saya diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk mengelola ladang itu dan harus bermanfaat,” tutur pemilik sertifikasi trainer dari James Gwee yang mencanangkan pertumbuhan bisnis perusahaannya 25% per tahun ini.

Dianaddin

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag