Ekonomi Indonesia Siap Bergerak Maju

Ekonomi Indonesia Siap Bergerak Maju

Anton Gunawan, Country Economist, Economic and Market Analysis Citi Indonesia, mengungkapkan bahwa harga ekuitas yang sudah tumbuh sekitar 50% di tahun 2007, kemungkinan akan terus tumbuh dengan prospek ekonomi yang lebih baik.

Namun, Anton menegaskan bahwa seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin siap untuk bergerak maju, sikap waspada tetap menjadi hal yang penting terutama dalam menghadapi resiko-resiko yang muncul, baik di dalam dan di luar negeri.

Selain akan mengalami hal positif pada pasar saham, Indonesia diprediksi akan mengalami beberapa kendala, yakni inflasi, penurunan produksi minyak, krisis listrik dan melemahnya nilai nominal mata uang rupiah.

Kendala pertama yaitu terjadinya tekanan inflasi yang lebih tinggi yang disebabkan oleh terbatasnya suplai, tingginya harga makanan, dan harga enerji di tahun 2008.

Kendala kedua yang diprediksi akan terjadi adalah produksi minyak yang menurun dan ditambah dengan meningkatnya kebutuhan BBM bersubsidi. Kedua hal ini akan memperberat posisi fiskal pemerintah. Anton menambahkan, selain dua kendala di atas, Indonesia sepertinya mendekati krisis listrik yang serius, sebagaimana krisis yang terjadi pada Mei 2007, dimana terdapat 94 lokasi krisis listrik di luar sistem Jawa-Bali-Madura. Krisis ini terjadi akibat lambatnya pembangunan pembangkit listrik baru yang diperkirakan sebagian besar baru akan siap pada tahun 2010, sementara hanya beberapa saja yang dapat siap di akhir 2009.

Ini berarti dalam waktu satu atau dua tahun ke depan beberapa daerah dan industri harus menghadapi pemadaman. Pengiriman bahan pokok pembangkit listrik seperti batu bara, diesel, dan gas alam yang tersendat-sendat membuat situasi ini semakin parah.

Kendala terakhir adalah kemungkinan melemahnya nilai nominal mata uang, namun terjadi penguatan pada nilai rillnya seiring dengan membaiknya aktifitas ekonomi dan terus tingginya harga minyak di tahun depan. Ketidakpastian hukum akan terus berlanjut menghantui stabilitias institusi dan pasar finansial.

“Pada umumnya kami percaya bahwa prospek ekonomi fundamental yang lebih baik akan membantu kestabilan prospek kredit dan mata uang. Dalam dua tahun ke depan kami memperkirakan Indonesia akan memperoleh rating kredit yang lebih baik,” tutur Anton.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag