Baginya, terpenting adalah kreatif dan inovatif dalam menghasilkan varian produk baru, selain menggenjot promosi tentunya. Setelah memelopori peluncuran produk melalui blocking time TV, kini mantan Finalis Putri Remaja Indonesia dan pemain sinetron ini membuat program berita untuk produknya di RCTI. “Saya sangat senang melakukan sesuatu yang belum pernah ada, lalu berhasil. Itu membuat saya puas,” ujar Erli yang merasa yakin tahun ini penjualan produknya bisa tumbuh 15%.
Ibu tiga anak ini memulai karier di Grup Martina Berto pada 1995. Dua tahun kemudian lulusan Jurusan Teknologi Industri Institut Pertanian Bogor ini dipercaya sebagai Manajer Produk Sari Ayu. Selama mengemban tugas, kinerja produknya cukup lumayan. Setiap tahun penjualan produknya tumbuh 30%. “Saya ingin memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Saya belum memikirkan langkah lain selain ingin mengembangkan karier saya,” jelas Erli, yang mulai meniti karier sebagai Supervisor Produksi PT Nutricia dan pernah pula menjadi Manajer Produk di salah satu anak perusahaan Kalbe Farma, PT Sanghyang Perkasa.