Bagian pertama (first tranche) dari pinjaman senilai US$ 1 milliar akan digunakan untuk pembelian delapan unit pesawat terbang hingga akhir 2010, Etihad Airways telah menandantangani pembelian dua Airbus A340-600 senilai US$233 juta.
Berdasarkan pada kesepakatan pertama, HSBC Bank plc akan bertindak sebagai arranger utama yang resmi , kreditur, agen fasilitas, security trustee, dan hedge provider, akan memberikan pinjaman sebesar US$ 122 juta dengan masa pembayaran kembali selama 12 tahun. Kesepakatan kedua senilai US$ 111 juta ditandatangani dengan Landesbank Baden- Wuerttemberg sebagai arranger, kreditur, agen fasilitas, dan security trustee. Debt placement dalam kesepakatan ini dilakukan oleh SkyBlue Capital LLC.
Dari hasil pemeringkatan oleh Export Credit Agency (ECA) yang didukung negara-negara anggota dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), mengategorikan Etihad sebagai perusahaan penerbangan yang layak investasi.
Jaminan pemerintah (sovereign guarantee) dari Jerman, Perancis, Inggris, dan AS itu nantinya akan meningkatkan kegiatan pembiayaan pembelian pesawat pada pasar komersial dengan memberikan akses yang lebih luas kepada sumber-sumber modal dengan tingkat keuntungan yang kompetitif. “Diperolehnya peringkat ECA yang tinggi dan dukungan dari dari OECD merupakan bukti bahwa tim manajemen kami merupakan tim yang solid dan berkomitmen terhadap visi jangka panjang Etihad Airways. Keberhasilan tersebut membuktikan kredibilitas dan kepercayaan diri Etihad Airways, sekaliguis meneguhkan posisi kami sebagai sebuah perusahaan yang bermain di panggung global,†ujar CEO Etihad Airways, James Hogan,
Etihad Airways saat ini memiliki 47 armada pesawat yang jumlahnya akan ditambah menjadi 52 pada akhir tahun ini. Pengiriman empat pesawat baru akan diterima Etihad Airways pada 2010 nanti sehingga armadanya akan bertambah lagi hingga menjadi 56 unit.