Home » Updates » Gratis Nelpon Suka-suka dengan Axis

Gratis Nelpon Suka-suka dengan Axis

Johan Buse, Chief Marketing Officer Axis, mengatakan, kebutuhan konsumen selalu menjadi prioritas Axis. “Pelanggan dapat menelepon ke semua pelanggan Axis lainnya, lebih sering, setiap hari, tanpa perlu mengkhawatirkan biaya yang harus dikeluarkan. Penawaran ini adalah yang termurah di pasar Indonesia,” ujarnya. Di samping itu, pelanggan juga dapat menikmati “Gratis menelepon berulang-ulang ke semua operator lain, 1 dapat 3” – setiap panggilan selama satu menit, pelanggan langsung dapat menikmatinya selama tiga menit, dengan tarif termurah ke semua operator lain di seluruh Indonesia.

Tutut Handayani

INCO Raih Laba US$ 17,2 Juta
Triwulan I/2009

Upaya PT International Nickel Indonesia (INCO) fokus pada pengurangan biaya operasional telah membuahkan hasil dengan meningkatnya kinerja keuangan pada triwulan I/2009 dibanding triwulan IV/2008, walaupun terjadi penurunan harga realisasi rata-rata nikel dalam matte sebesar 22%. Dalam tiga bulan pertama 2009, INCO hanya mengandalkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk operasionalnya di Sorowako, dan berhasil menekan biaya produksi secara signifikan. Produksi nikel dalam matte selama periode itu mencapai 16.200 metrik ton, sementara pada triwulan terakhir tahun lalu 17.300 metrik ton.

Presdir INCO, Arif Siregar, mengatakan, turunnya harga bahan baku pokok berdampak signifikan terhadap meningkatnya kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang triwulan I/2009, laba bersih INCO tercatat US$ 17,2 juta atau US$ 0,002 per saham. Adapun periode yang sama pada 2008, laba bersihnya mencapai US$ 139,6 juta atau US$ 0,014 per saham. Sementara itu, rugi bersih pada triwulan IV/2008 mencapai US$ 9,8 juta atau US$ 0,001 per saham. Total penjualan selama tiga bulan pertama 2009 mencapai US$ 121,4 juta, sedangkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 380 juta.

Tutut Handayani

Selasa 12 Mei 2009

LED TV, Spesies TV Terbaru
dari Samsung

Setelah sukses menguasai pasar LCD TV di Indonesia, PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) terus berinovasi untuk melahirkan spesies televisi baru, yaitu LED TV. Kehadiran LED TV ini membuktikan Samsung sebagai pelopor dan produsen televisi pertama yang melahirkan LED TV. Menurut Park Hee-Hoong, Direktur Pengelola SEIN, kehadiran LED TV sebagai komitmen Samsung menciptakan terobosan baru dan menggarap pasar baru sebagai produsen dan inovator pemimpin di industri audio visual. “Potensi pasar untuk kategori baru ini sangat luas, mengingat LCD TV pun permintaannya meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Park.

Christian Sudibyo, Direktur Penjualan SEIN, menambahkan, tahun lalu Samsung menguasai pangsa pasar LCD TV sekitar 38% (total pasarnya 250 ribu unit). Tahun ini untuk mempertahankan market leader LCD TV, Samsung menargetkan menguasai pangsa pasar 40% (dari 300 ribu total pasar). Adapun untuk LED TV, ia optimistis TV yang dibanderol Rp 29-75 juta/unit (40, 46 dan 55 inci) bisa terjual sekitar 30 ribu atau 10% dari total pasar LCD TV di Indonesia.

Darandono

Telkomsel Dukung WOC

Menyambut Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) dan KTT CTI yang digelar pada 11-15 Mei 2009 di Manado, Telkomsel menyediakan layanan komunikasi suara dan data. Iwan Chairul, GM Operasional Jaringan Regional Sulawesi Papua, mengatakan dalam peristiwa internasional seperti WOC, misi Telkomsel tidak sebatas menghadirkan layanan terbaik, tetapi sekaligus menunjukkan pada dunia internasioanl bahwa layanan telekomunikasi di Indonesia sejajar dengan negara maju di berbagai belahan dunia. “Ini menyangkut nama baik Indonesia di mata internasional,” katanya.

Sejak Februari 2008, Telkomsel telah menambah 40 unit base transceiver station (BTS) baru guna meningkatkan kapasitas jaringan dan menempatkan 14 unit COMBAT (mobile BTS) di titik-titik terpadat, serta 60 node B untuk menghadirkan layanan mobile broadband pengiriman data hingga 7,2 Mbps berbasis teknologi 3,5G HSDPA.

M. Husni Mubarak

Rabu, 13 Mei 2009

Summarecon Gelar JFF Ke-6

PT Summarecon Agung tahun ini untuk ke-6 kalinya menggelar Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2009. Menurut Soegianto Nagaria, Direktur Summarecon, JFFF yang digelar 13-23 Mei 2009 sebagai pre-event HUT Kota Jakarta untuk mengangkat citra, harkat dan martabat Indonesia melalui industri berbasis budaya. Untuk mendukung program yang dicanangkan pemerintah tahun ini, yaitu Indonesia Kreatif dan Gerakan Kampanye Cinta Indonesia, JFFF mengusung tema Locafore, yaitu gerakan gaya hidup baru yang ramah lingkungan dengan cara mengonsumsi produk dan budaya lokal dengan tujuan berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan, serta mengembangkan potensi keragaman seni budaya Tanah Air.

Ia menambahkan, tahun ini JFFF menggelar berbagai acara seperti Kampoeng Tempo Doeloe yang menghadirkan berbagai makanan khas tradisional dengan transaksi menggunakan kupon berbentuk uang tempo doeloe. Selain itu, juga digelar Wine & Cheese Expo (15-17 Mei), yang bekerja sama dengan 9 negara sahabat penghasil anggur dan keju ternama seperti Argentina, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Selandia Baru dan lainnya. Program lain yang memeriahkan JFFF adalah Fashion Extravaganza (Fashion Show – parade koleksi 55 perancang mode, Fashion Icon Awrad, dan Fashion Masquerade atau pergelaran kilas balik perjalanan mode Indonesia dari masa ke masa).

Darandono

Kongres XVII Perbanas
dan Apconex 2009

Apconex 2009 kembali diadakan bersamaan dengan Kongres Perbanas XVII, mengusung tema: Sustaining Growth Under Financial Turbulence. Beberapa tokoh perbankan nasional dan sektor riil hadir dalam diskusi yang diadakan pada 13-15 Mei 2009 itu. Pada hari pertama diadakan dialog antara bankir dan pengusaha bertema Kolaborasi Bankir-Pengusaha untuk Mendorong Transformasi Keuangan Indonesia. Acara ini dihadiri antara lain Gatot M. Suwondo (Dirut BNI), Jahja Setiaatmadja (Wapresdir BCA), F. Teguh Satria (Ketua Umum REI), Sofyan Wanandi (Ketum Apindo), dan Erwin Aksa (Ketum Hipmi).

Pada hari kedua diadakan sesi plenary bertema Perbankan Syariah, yang dilanjutkan dengan gala dinner dan BPR Award. Hari ketiga, diisi dengan diskusi panel tentang “Langkah Strategis untuk Mempertahankan Pertumbuhan yang Berkelanjutan pada Masa Krisis”. Jos Luhukay, Wadirut Bank Danamon, hadir sebagai salah satu pembicara dalam sesi ini. Acara dilanjutkan dengan Proses Pemilihan Ketua Umum Perbanas Periode 2009-2012.

Kristiana Anissa

Kamis, 14 Mei 2009

Bakrie Telecom Operasikan
Esia Tel Bersama Harvest

Pertengahan Mei 2009 PT Bakrie Telecom Tbk. (BT) mengumumkan kerja samanya dengan PT Harvest Technology untuk mengoperasikan produk telepon umum Esia Tel wilayah Jabotabek. Sejauh ini BT telah membangun sekitar 15 ribu satuan sambungan telepon (SST) untuk penyediaan telepon umum, baik melalui sarana wartel maupun telepon koin.

“Kami akui, di tengah maraknya akses masyarakat untuk mendapatkan layanan telepon seluler, keberadaan telepon umum tidaklah terlalu menjanjikan. Namun, sebagai fasilitas umum, di mana akses terhadap layanan telekomunikasi harus bisa meliputi semua segmen masyarakat, maka kebutuhan terhadap telepon umum koin menjadi sangat penting,” ujar Rakhmat Junaidi, Direktur Layanan Korporat BT.

Selain itu, lanjut Rakhmat, penyediaan telepon umum merupakan kewajiban yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga BT harus menyiapkan fasilitas telepon umum sebesar 3% dari total pelanggan. Karena itu, pihak BT menyambut gembira keinginan mitra-mitra usahanya untuk dapat membantu operator telekomunikasi ini memenuhi kewajibannya. Nantinya telepon umum ini ditempatkan di lokasi pusat keramaian, seperti pusat perbelanjaan, PD Pasar Jaya, kantor pemerintahan, sekolah, perguruan tinggi dan rumah sakit.

Siti Ruslina

Senin, 18 Mei 2009

Matras Airgonic dari Accutunto

Untuk mengembalikan vitalitas seseorang, tidur nyenyak saja tidak cukup, tetapi juga perlu didukung dengan matras atau bed yang berkualitas. Itulah sebabnya, Yos S. Theosabrata, perancang furnitur, memperkenalkan matras unik yang dibuat dengan tingkat ergonomis tinggi bermerek Airgonic. “Untuk menciptakan sistem ini, kami telah melakukan riset dan pengembangan selama tiga tahun,” ujar Yos, Presdir PT Accutunto Internasional, pada acara soft launching matras Airgonic di JI Expo Kemayoran.

Dijelaskan Yos, desain Airgonic dengan Balanced Ergonomic Support Technology telah dipatenkan. Matras berpegas udara ini diproduksi dengan presisi akurat, kompresor angin menghasilkan tekanan kuat, tidak berisik, berbahan busa lateks, serta kain pelapisnya dari karbon fiber dengan fitur antistatis, antiapi, antibakteri dan debu.

Eva Martha Rahayu

Selasa, 19 Mei 2009

Charoen Optimistis
Raih Laba Rp 400 Miliar

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPI) menargetkan hingga akhir 2009 laba bersih Rp 400 miliar atau naik 65% dibanding tahun lalu (Rp 253 miliar). “Untuk pendapatan ditargetkan tumbuh 10% dari Rp 13,2 triliun pada 2008 menjadi Rp 14,5 triliun tahun 2009,” kata Dirut CPI Thomas Effendy usai RUPS.

Untuk dapat mencapai target pertumbuhan tersebut, CPI menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 200 miliar. Dana itu hendak dialokasikan untuk investasi pakan ternak sekitar 60%, anak ayam usia sehari (DOC) 20%, dan 20% untuk ayam olahan. Adapun pendanaannya dipenuhi dari kas internal dan pinjaman bank. Selaian itu, capex difokuskan untuk efisiensi dan optimalisasi kapasitas produksi yang ada, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Thomas mengungkapkan, CPI tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2008, meski laba bersihnya naik 36,95% menjadi Rp 253 miliar. Pertimbangannya, dana itu untuk berjaga-jaga di saat iklim bisnis kritis seperti sekarang.

Eva Martha Rahayu

Rabu, 20 Mei 2009

Unilever Raih Pertumbuhan
Dua Digit

Selama tahun 2008, PT Unilever Indonesia Tbk. meraih penjualan sebesar Rp 15,6 triliun dengan pertumbuhan 24,2%. Laba bersih juga menunjukkan angka yang signifikan, yaitu sebesar Rp 2,4 triliun, meningkat 22,5% dari tahun sebelumnya. Sekitar 76% pendapatan Unilever disumbang oleh penjualan home personal care, sedangkan sisanya dari produk makanan. Ada lima kategori yang berhasil meraih nilai penjualan tahunan yang masing-masing melebihi Rp 1 triliun, yakni hair care, oral care, fabric cleaning, skin cleansing dan face care.

Maurits Lalisang, Presdir Unilever, mengatakan, perusahaan ini tetap melakukan investasi di Indonesia di tengah kondisi perekonomian tidak menentu. Sebagai contoh, Unilever telah mengeluarkan dana Rp 1 triliun di tahun 2008 untuk pembangunan pabrik skin care yang baru di Cikarang. Investasi itu terbagi untuk pembenahan dan penambahan infrastruktur dan kapasitas seperti penambahan mesin produksi, pergudangan, dan lainnya.

Rias Andriati

SHARE SOCIAL MEDIA


Category: Updates  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


+ 9 = thirteen