Home » Corporate » Corporate Action » IBM Akan Terus Akusisi untuk Ekpansi Bisnis

IBM Akan Terus Akusisi untuk Ekpansi Bisnis

Memperkuat posisi sebagai perusahaan yang menawarkan complete solution bagi pelanggannya, IBM terus melakukan akusisi. Oktober tahun lalu, perusahaan ini mengakuisisi Redpill, yang kemudian dijadikan divisi baru. Divisi baru itu diberi nama IBM Managed Business Process Services (MBPS), di mana IBM menggabungkan keahlian teknologi inovatif yang dimiliki dengan profesional dari Redpill untuk memberikan solusi pengelolaan back office pada industri perbankan.

“Di 2009 lalu bisnis industri perbankan Indonesia tumbuh dengan pesat. Di sini MBPS menawarkan infrastruktur untuk mendukung mereka dalam menjalankan bisnis,” ujar Dino Bramanto, Country Manager Financial Services Sector IBM Indonesia.

Redpill merupakan sebuah perusahaan firma consulting dari Singapura yang berpengalaman di area risk management, segment propositions, market opportunity, assesment, dan sebagainya. Dengan akuisisi tersebut, IBM memberikan solusi pengelolaan back office, termasuk, antara lain, customer relationship management, supply chain management, dan human resources management.

Menurut Suresh Shankar, General Manager MBPS Analytics IBM ASEAN, MBPS bertujuan untuk membuat perusahaan menjadi lebih efisien dalam menggunakan dananya. “Kami bertujuan untuk meningkatkan revenue perusahaan, membuat efisiensi dana, serta mengurangi resiko mereka dalam strategi beriklan,” jelasnya. Pada intinya, dengan analisa bisnis semacam itu, perusahaan dapat memilih jalan terbaik untuk menghadapi customer-nya.

Selain perbankan yang diharapkan dapat menjadi market utama IBM MBPS adalah perusahaan ttelko dan ritel. “Saat ini kami juga telah merambah ke sektor hospitality, seperti hotel dan maskapai penerbangan,” ujar Suresh.

Diakui oleh Dino, selama sepuluh tahun terakhir, IBM memang sedang gencar-gencarnya mengakuisisi software company untuk mengembangkan perusahaannya. “Kami memang berpindah dari hal-hal yang bersifat komoditi, untuk menjadi high value company,” ia mengungkapkan. Dalam kurun waktu sepuluh tahun hingga saat ini, IBM telah mengakuisis hampir 70 software company.

“Semuanya memiliki fungsi yang berbeda sehingga melengkapi layanan kami terhadap pelanggan,” ia menambahkan. Dino juga mengungkapkan bahwa kemungkinan untuk mengakuisisi software company masih akan terus terjadi tergantung kebutuhan. “Bagi IBM, investasi dilakukan dengan cara akuisisi perusahaan yang dapat memberi nilai tambah bagi perusahaan,” ujarnya.

SHARE SOCIAL MEDIA


Tags: , ,
Category: Corporate Action, Updates  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


3 − two =