Home » Updates » IBM Perkenalkan Teknologi Blue Cloud

IBM Perkenalkan Teknologi Blue Cloud

Blue Cloud, dibangun berdasarkan keunggulan keahlian IBM di bidang inisiatif komputasi berskala besar, berlandaskan standar terbuka dan piranti lunak sumber
terbuka yang didukung piranti lunak, teknologi sistem dan layanan IBM. Pengembangan teknologi Blue Cloud ini didukung oleh lebih dari 200 periset IBM di seluruh dunia dan para pelanggan yang ingin menjelajah infrastruktur komputasi awan yang amat luas secara cepat dan mudah.

Komputasi awan adalah sebuah pendekatan baru untuk infrastruktur bersama, dimana pool-pool sistem yang besar dihubungkan untuk menyediakan layanan TI. Saat ini IBM berkolaborasi menciptakan inisiatif-inisiatif komputasi awan dengan korporasi, perguruan tinggi, korporasi dan lembaga pemerintah.

Penawaran IBM Blue Cloud pertama direncanakan akan tersedia untuk pelanggan di tahun 2008, mendukung sistem-sistem dengan prosesor Power dan x86. Rencananya IBM juga akan menawarkan sebuah llingkungan awan “mainframe” System z di tahun 2008 dengan memanfaatkan sejumlah besar mesin virtual yang didukung System z. IBM juga berencana untuk menawarkan blue cloud environment yang didasari rack cluster yang sangat padat.

Blue Cloud – didasari infrastruktur dari IBM Almaden Research Center – yang meliputi gambar sistem operasi Linux tervirtualisasi PowerVm dan Xen serta penjadwalan beban kerja paralel Hadoop. Blue Cloud didukung oleh piranti lunak IBM Tivoli yang mengelola
server untuk memastikan performa optimal yang sesuai dengan permintaan.

Hal ini meliputi piranti lunak yang mampu secara cepat memprovisikan sumber daya di berbagai server, sehingga pengguna mendapatkan pengalaman yang mulus dalam hal
kecepatan performa dan kehandalan, meskipun situasinya sangat merepotkan. Pemonitoran Tivoli memeriksa kesehatan server-server yang diprovisikan dan menjamin
bahwa server-server tersebut memenuhi tingkat layanan yang disepakati.

“Blue Cloud akan membantu pelanggan-pelanggan kami untuk secara cepat membangun lingkungan komputasi awan untuk menguji dan membuat prototipe aplikasi Web 2.0 di dalam lingkungan perusahaan mereka,” jelas Fetra Syahbana, Country Manager, IBM System Technology Group. Nantinya, pendekatan ini dapat membantu para manajer TI untuk secara dramatis mengurangi kerumitan dan biaya dalam mengelola infrastruktur scale-out yang permintaannya berfluktuasi.

Be Sociable, Share!
Category: Updates  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


two * = 14