Live Partition Mobility, yang saat ini masih dalam tahap pengujian beta dan rencananya akan tersedia untuk umum sebelum akhir tahun ini, adalah sebuah fitur yang memungkinkan server-server berbasis POWER6, seperti System p 570, untuk memindahkan live logical partition – termasuk seluruh sistem operasi dan aplikasi-aplikasinya yang berjalan – dari satu server ke server lainnya tanpa harus mematikan kedua sistem tersebut.
Kedua server ini dapat berada di ruangan yang sama maupun di pusat-pusat data di belahan dunia yang berbeda, sehingga peruahaan-perusahaan dapat secara efektif mengelola dan memelihara server-server mereka, sambil menghemat biaya tentunya.
IBM mengklaim sebagai vendor pertama yang membantu klien mengoptimalkan sumber daya yang mereka miliki secara lebih luas karena administrator dapat memandang sekelompok besar server sebagai sebuah sumber daya yang cair, bukan berfokus pada sebuah server sebagai satu unit dengan tugas tertentu.
Karena Live Partition Mobility diimplementasikan dalam chip POWER6, perangkat keras dan firmware yang terkait, fitur ini tidak bergantung pada sistem operasinya, sehingga sistem operasi AIX atau Linux serta beban kerja yang terkait dapat dipindahkan. Misalnya, dengan menggunakan Live Partition Mobility, pelanggan dapat secara dinamis mengkonsolidasikan beban kerja UNIX atau Linux – tanpa gangguan – ke jumlah server yang lebih sedikit di saat tidak sibuk, sehingga mereka dapat mematikan komputer dan menghemat biaya.
“Kombinasi dari DB2 9 ‘Viper’ dan Live Partition Mobility pada AIX dan System p akan memberikan sebuah kemampuan baru yang tidak tersaingi di industri dan menunjukkan pengintegrasian yang dalam dari teknologi DB2, AIX dan System p.” tutur Ruhryanto Nugroho,
Country Manager System p, IBM System and Technology Group.
