Inco Bukukan Laba US$ 43,6 juta

Inco Bukukan Laba US$ 43,6 juta

Menurut Bing Tobing, President dan CEO Inco, penurunan laba bersih tersebut sebagai akibat naiknya biaya operasional karena tingginya harga energi dan peremajaan tanur listrik. Kendati begitu, Bing tetap optimis pihaknya bisa mencapai target produksi sebesar 167 juta pon nikel dalam matte pada tahun ini.

“Target pertumbuhan kami tetap ambisius, di mana beberapa pekerjaan tetap diteruskan untuk meningkatkan produksi tahunan sampai dengan 20% di atas tingkat produksi tahun 2005 menjadi 200 juta pon nikel dalam matte padatahun 2009,? ujar Bing.

Disebutkan Bing, selama triwulan pertama, pihaknya mengeluarkan biaya barang modal tunai untuk proyek Karebbe, sebuah transformer baru pada tanur listrik no. 4, penggantian kendaraan ringan, pembangunan stasiun penyaring dan penggantian peralatan berat. Untuk biaya produksi tunai per unit naik 7% menjadi US$ 2,76 per pon dibandingkan sebelumnya. Juga, terjadi peningkatan high sulphur fuel oil (HSFO), menjadi rata-rata US$ 47,19 per barel dari US$ 30,46/ per barel.

Akan tetapi, lanjut Bing, setelah pembayaran terakhir sebesar US$ 38,4 juta pada Maret lalu, kini Inco tidak memiliki hutang jangka panjang.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag