Intel Masuki Pasar Chip Mobile
Jika pergi ke toko elektronik manapun untuk bertanya soal smartphone atau tablet yang memanfaatkan chip Intel, Anda kemungkinan besar disodori ‘muka bingung’. Wajar memang. Meski menghabiskan 10 tahun dan miliaran dolar untuk pengembangan prosesor seluler, belum ada satupun ponsel yang memanfaatkan prosesor Intel.
Namun tampaknya, Intel berambisi masuk ke pasar chip seluler. Ketika CEO Intel, Paul S. Otellini, bertanya kepada analis dan investor pada pertemuan perusahaan soal siapa pemain besar chip mobile di masa depan, banyak orang menyebut nama Qualcomm, Texas Instruments dan Samsung. Mereka adalah produsen chip bagi perangkat seluler dan mendapatkan lisensi teknologi dari ARM Holdings. Namun, Otellini dengan tegas mengklaim Intel akan masuk ke pasar chip, berdasarkan keterangan Business Week.
Otellini percaya, berdasarkan kalkulasi bahwa setiap 600 smartphone ataupun 122 tablet yang menjalankan video Netflix atau perbaruan status Facebook, saat itu selalu ada server yang menggunakan Intel. Otellini percaya ‘laparnya’ masyarakat atas konten video, audio dan lainnya akan membantu penjaualn chip Intel hingga US$ 10 miliar di 2011 dan US$ 20 miliar di 2012
Meskipun angka tersebut cukup mengagumkan, Intel masih dirasa gagal memenuhi kebutuhan pasar komputasi. Di kuartal pertama tahun ini, pengapalan smartphone meningkat 80% menjadi 100 juta, berdasarkan data IDC. Di sisi lain, pasar PC menurun 3,2% menjadi 81 juta. Masalahnya, Intel masih dianggap lambat dalam menciptakan prosesor yang murah dan efisien dalam penggunaan energi di perangkat seluler. Apalagi, perangkat seluler selalu menggunakan daya baterai.
Namun, Intel tampaknya tidak boleh menyerah dalam dunia chip seluler. Semua smartphone dan tablet dengan chip berlisensi ARM mulai masuk pula ke ranah yang dipimpin oleh Intel yaitu PC. “Jika Anda melihat tgia tahun mendatang, garis antara smartphone, tablet ataupun notebook PC akan semakin buram. Ada ketakutan bahwa produk berbasis ARM akan masuk ke produk utama (notebook),” ujar analis Susquehanna International, Chris Caso.
Setelah penundaan ponsel pertama menggunakan chip Atom, Intel berjanji perangkat ini muncul tahun depan. Meskipun begitu, Otellini menolak untuk menyebutkan nama mitra mereka. Intel mengklaim chip mereka miliki kecepatan tiga kali lipat namun menggunakan daya lebih rendah. Analis Nomura Securities, Romit Shah mengklaim Intel tidak akan mendapatkan banyak pangsa pasar sebelum 2013, masa generasi terbaru chip seluler mewabahi pasar.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.