Seperti diungkapkan Direktur Pengelola HP Indonesia Andreas R Diantoro, dengan adanya layar lebar ini profesional yang sering bepergian terbebas dari layar kecil pada handphone yang sering membuat mereka kurang nyaman membaca apa yang muncul di layar. Andreas juga mengatakan, perangkat ini dilengkapi dengan koneksi quad-band (850/900/1800/1900 MHz) dan kemampuan nirkabel tiga jalur – GSM/GPRS, wireles LAN network access dan Bluetooth – h6365. “Perangkat ini memberikan solusi komunikasi global yang unik, inovatif, dan sederhana, sesuai dengan kebutuhan konsumen atas sebuah perangkat yang memberikan fungsi data sekaligus komunikasi,” katanya.
Dia menjelaskan, dengan WLAN yang terintegrasi, pengguna iPAQ h6365 dapat tetap terkonekasi pada jaringan LAN nirkabel, baik di kantor, di rumah, atau di
lokasi-lokasi hotspots seperti coffee-shop, hotel, dan bandara untuk mendapatkan
akses yang nyaman ke data pribadi dan bisnis.
Menurut Andreas, perangkat PDA terbaru ini diyakini sebagai PDA Phone yang lebih hemat daya. Hal ini tak lain karena perangkat seberat 190 gram ini menggunakan prosesor Texas Instrument. Andreas mengatakan, selama ini salah satu kelemahan utama PDA Phone dibandingkan Smartphone (ponsel dengan kemampuan tambahan) adalah ketahanan baterainya. PDA Phone umumnya lebih boros daya karena memiliki layar lebih besar.
“Ipaq h6365 memakai prosesor Texas Instrument Omap 1510, ini seperti mikroprosesor yang digunakan pada handphone,” tuturnya. Prosesor Texas Instument Omap, lanjut Andreas, dapat lebih hemat daya karena memiliki bagian yang berbeda untuk menangani fungsi PDA, dan koneksi nirkabel (termasuk GSM).
Oleh karena itu, saat PDA dimatikan (standby), prosesor ponsel dapat tetap menyala.