Jak TV Akan Mengudara 25 Februari 2005
Erick mengatakan, segmen yang dibidik tersebut tentunya tidak dipilih secara sembarangan. Dia mengatakan, Jak TV sudah melakukan survei selama satu tahun untuk menentukan segmen penonton televisi mereka. Selain survei, jangkaun siar yang hanya di wilayah Jabotabek juga menjadi pertimbangan Jak TV untuk memilih segmen penonton tersebut. “Di Jakarta, jumlah golongan menengah atas lebih banyak dibandingkan golongan menengah ke bawah,” ujar Erick.
Lebih jauh Erick menjelaskan, golongan menengah ke atas yang akan dipilih oleh Jak TV adalah yang berusia di atas remaja. Artinya, mereka tidak akan menayangkan acara untuk anak-anak seperti film kartun atau acara anak lainnya. Acara-acara yang ada di televisi berchannel 55 UHF itu juga akan mengandalkan pada tayangan asing. “Persentasenya sekitar 80 persen asing dan 20 persen lokal,” imbuh Erick.
Erick juga mengatakan, Jak TV juga tidak akan terlalu fokus dalam hal siaran berita, porsinya hanya 20% saja. Untuk tayangan berita, Erick menyebutkan bahwa Jak TV akan menyajikannya dengan format yang berbeda dari tayangan-tayangan berita yang ada saat ini. “Berita-berita yang kami sajikan juga akan menyangkut segmen pasar yang kami kami bidik,” ujarnya.
Erick menjanjikan tayangan Jak TV akan berbeda dibanding televisi lainnya. Dia mengatakan, segmen menengah atas yang menjadi target pasar utama adalah golongan yang memang memiliki waktu sempit untuk menonton televisi. Karena itu Jak TV berusaha untuk menyajikannya acara yang bersifat edukatif dan berwawasan. Film-film asing dan sinetron yang akan ada di televisi tersebut pun dijanjikan akan lebih bermutu.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.