Jan Darmadi Buka Hotel Murah
Tunggu dulu, ini bukan mal, melainkan hotel. Pemiliknya adalah salah satu baron properti Ibu Kota: Jan Darmadi. Selain tampilan fasadnya, hotel ini memang punya keunikan, mulai dari nama, desain interior hingga layanan yang diberikannya. Untuk mencapai ke hotel, terdapat eskalator di tengah gerai F & B tadi. “Formule 1 ini sangat unik. Karena, inilah hotel yang di bagian lantai dasarnya ada toko-toko makanan dan minuman, sehingga seperti plaza atau mal kecil saja,†ujar Samuel, pengamat dan konsultan properti.
Namun, yang lebih menarik lagi, konsep yang diusung hotel ini. Seperti dijelaskan Purwo Hari Prawiro, Wapresdir PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. (JSI), Formule 1 adalah sebuah budget hotel (low cost hotel). Maksudnya, hotel ini menyediakan layanan terbatas untuk konsumen dengan dana terbatas pula. Sebagai chain hotel, pengelolaannya diserahkan kepada Accor Asia Pacific.
Menurut Hari, JSI mendirikan Formule 1 dalam rangka merevitalisasi aset, yakni Plaza Menteng, yang dalam beberapa tahun terakhir pamornya meredup lantaran kalah bersaing dengan mal-mal baru di Jakarta. Maka, Dewan Direksi dan Dewan Komisaris sepakat menambahkan budget hotel di Plaza Menteng.
Selain itu, keberadaan Formule 1 juga sebagai pelengkap portofolio bisnis hotel JSI. Saat ini, JSI mempunyai hotel bintang 5 dan 4, seperti Grand Hyatt Bali, Bali Hyatt, Mercure Resort Sanur, Hyatt Regency Yogyakarta, Mercure Convention Centre dan Raddin Ancol.
Pada April 2005, pihak JSI mendekati Accor, perusahaan pengelola jaringan hotel, yang ternyata bersedia bekerja sama mendirikan hotel Formule 1 di Indonesia. “Setelah berbicara, mereka menawarkan brand Formule 1 yang karakteristiknya sesuai dengan keinginan kami,†ungkap Hari. Dalam kerja sama ini, JSI berperan sebagai investor yang menyediakan bangunannya. Adapun Accor, sebagai pemegang merek, bertugas mengelola sekaligus memasarkannya. Pembagian hasilnya? Menurut Hari, pihak Accor mengenakan management fee 3%-5% dari pemasukan. Jika hotel ini mencapai profit, akan dikenakan fee tambahan 8%-10% dari profit tersebut.
Pada 21 September 2006, bekas Plaza Menteng itu pun resmi dibuka sebagai hotel dengan konsep budget hotel. Menurut Hari, untuk merenovasi plaza tersebut, pihaknya menghabiskan dana US$ 2,7 juta. Balik modal ditargetkan bisa dicapai tahun ini. Hotel Formule 1 memiliki tiga lantai dengan 87 kamar. Tarifnya per malam Rp 235 ribu. “Tidak ada kelas-kelasan dalam hotel ini, semua jenis kamarnya sama. Tetapi, meski harganya terjangkau, kamar kami standar hotel bintang 2,†Hari mengklaim. Ditambahkannya, bagi tamu yang ingin menginap hingga tiga orang sekamar, disediakan kamar yang dilengkapi extra bed, dengan tarif Rp 265 ribu/malam. Standar layanan hotel Formule 1 ini di mana pun dijamin sama. Yang pasti, hotel ini tidak menyediakan makanan (meal).
Hari menjelaskan, di luar negeri jaringan Formule 1 yang dikelola Accor memang ditujukan bagi konsumen yang menginap dengan tujuan sekedar bermalam tanpa servis makanan. Di Indonesia, konsep itu sedikit dimodifikasi. Sebab, di Hotel Formule 1 Indonesia ada gerai ritel yang menjual aneka makanan dan minuman. “Kami melihat ada peluang pasar. Tetapi, dalam memilih tenant untuk makanan dan minuman ini, kami tidak mau yang (harganya) terlalu ke atas agar sesuai dengan konsumen hotelnya,†ujarnya. Pengelolaan gerai ritel ini dipegang langsung oleh JSI. Selain itu, bagi tamu yang ingin sarapan pagi, pihak hotel menyediakan kupon sarapan yang bisa dibeli satu paket dengan tarif kamar. Atau, tamu hotel bisa datang langsung untuk sarapan ke gerai tersebut dengan membayar di tempat.
Menurut Hari, target yang dibidik Formule 1 ini wisatawan mancanegara atau keluarga yang tengah bepergian dan butuh tempat menginap. Atau, bisa juga business traveler, seperti tenaga penjualan yang tidak mungkin diinapkan di hotel bintang 5 oleh kantornya saat berkunjung ke Jakarta. “Jadi, Formule 1 ini untuk konsumen yang melakukan traveling, bukan yang bertujuan wisata,†katanya. Sejak dibuka, rata-rata tingkat huniannya 30%. “Sebenarnya untuk budget hotel seperti Formule 1, hanya dengan 40% hunian bisa meraih untung setiap tahun.â€Â
Saat ini JSI membangun satu lagi hotel Formule 1 di Cikini, Jak-Pus, menggunakan lahan Pemda DKI dengan sistem build-operate-transfer (BOT) dengan jangka transfer ke Pemda setelah 25 tahun. Rencananya, model kerja sama dengan pemilik lahan melalui sistem BOT ini akan diterapkan di kota lain, tempat Formule 1 akan dibangun. “Inilah satu-satunya cara Formule 1 bisa berkembang dengan cepat,†ujar Hari menandaskan. Targetnya, hingga 2008 bakal dibangun lima Hotel Formule 1 di kota-kota besar di Pulau Jawa.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.