Jawara Wali Amanat dan Penjamin Emisi Obligasi 2006
Sepanjang 2006, Bank Permata mampu menunjukkan eksistensinya dengan menempati urutan nomor wahid sebagai wali amanat dalam penerbitan obligasi korporasi, yaitu senilai Rp 3,07 triliun atau sekitar 26,39% dari total penerbitan. Urutan kedua ditempati Bank Mega dengan nilai Rp 2,4 triliun atau 20,6%; dan posisi ketiga ditempati Bank Niaga yang berhasil memperoleh Rp 2,2 triliun atau 18,9% (lihat Tabel).
Kendati demikian, jika melihat peringkat wali amanat penerbitan obligasi berdasarkan outstanding secara keseluruhan, sampai dengan akhir 2006 Bank Niaga berada di peringkat pertama dengan nilai Rp 14,71 triliun dan pangsa pasar 23,91%. Untuk terus memperkuat pangsa pasar jasa wali amanat perseroan, Bank Niaga telah mengembangkan sistem baru: Niaga Trustee and Agency System, yang memungkinkan informasi dan pelaporan lebih sempurna dan tepat waktu. â€ÂSistem baru ini diperlukan karena portofolio wali amanat perseroan semakin meningkat menjadi 23,9% dari total obligasi yang tercatat,†ungkap Agus Susanto, Securities Services Group Head Bank Niaga.
Menguntit posisi Bank Niaga adalah Bank Negara Indonesia yang berhasil memperoleh outstanding sebesar Rp 14,14 triliun dan US$ 5 juta, dengan pangsa pasar sekitar 22,99%. Adapun tempat ketiga diduduki oleh Bank Mandiri dengan perolehan outstanding senilai Rp 9,54 triliun dan US$ 100 juta.
Sementara itu, kompetisi sengit juga terjadi di antara perusahaan-perusahaan penjamin emisi. Data yang dilansir Bloomberg sepanjang tahun 2006 menunjukkan bahwa penguasa pangsa pasar terbesar adalah Danareksa yakni 13,5% dengan total nilai Rp 1,54 triliun; diikuti runner-up Bahana yang membuntuti dengan 13,2% dan total nilai Rp 1,5 triliun (lihat Tabel). Menurut Yudhi P. Sadewa, Chief Economist Danareksa Research Institute, kunci sukses Danareksa terletak pada tingkat kepercayaan korporasi yang sangat tinggi terhadap kinerja Danareksa. â€ÂHal ini ditunjang pula dengan pengalaman dan SDM yang kompeten di bidangnya,†ungkap Yudhi.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.