Pria kelahiran Medan ini telah siap dengan sejumlah amunisi. Di agenda kerjanya, ia mencanangkan bahwa dalam 6 bulan pertama digunakan untuk menstandarisasi tim delivery. “Meningkatkan pelayanan dan komunikasi kepada konsumen juga menjadi prioritas,” katanya. Tak hanya itu, ia juga menargetkan bisa meningkatkan penjualan hingga dua kali lipat, dari 20 juta m2 menjadi 40 juta m2 bahan packaging. Termasuk, meningkatkan jumlah klien potensial sebanyak 5-10 perusahaan. “Saya optimistis, selama kondisinya aman. Lagi pula, potensi pasarnya masih sangat besar,” lanjut Johny.
Optimisme Johny dipicu pengalaman yang dia kantongi di bisnis flexible packaging. Sepanjang kariernya, Johny banyak bersentuhan dengan bidang itu. Lulusan Hubungan Internasional dari Universitas Parahyangan, Bandung ini mengawali karier sebagai management trainee hingga Manajer Senior Penjualan di PT Dainippon Printing Indonesia. Ia juga tercatat pernah merentas karier sebagai Manajer Senior Penjualan di Grup Arga Karya Prima Industri dan PT Interkemas, serta GM di Grup ABC. “Saya akan menspesialisasikan diri di bidang flexibel packaging. Dengan begitu, saya mempunyai nilai jual. Di Indonesia sendiri belum banyak yang menguasai bidang ini,” ujar bapak dua anak, yang berencana dalam 2-3 tahun ke depan bisa mengembangkan bisnis konsultan di bidang packaging.