Kiat Indra Melejitkan GE

Kiat Indra Melejitkan GE

Maka, ketika ditawari bergabung dengan GE Indonesia pada 2006, Indra langsung oke. “Bagi saya, ini adalah the dream comes true. GE adalah kawah candradimuka bagi manajer-manajer terbaik. Dan itu memang saya buktikan dengan mata kepala sendiri. Cara GE membina leadership sangat luar biasa,” tuturnya dengan antusias ketika ditemui SWA di kantornya di Gedung BRI II, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Namun, tampaknya keberuntungan terbesar justru berada di pihak GE. Pasalnya, hanya setahun setelah lulusan Universitas Tarumanagara dan Universitas Xiamen, Cina, itu bergabung, penjualan lampu GELI langsung melonjak setengah kali lipat lebih. Hebatnya lagi, margin kontribusinya pada 2007 berhasil ditumbuhkan hingga dua kali lipat lebih. Karena itulah, Indra dan timnya diganjar penghargaan GE Consumer & Industrial Asia CEO Award untuk kategori Turnaround pada 2008.

Menilik latar belakangnya, tak salah GE membajaknya dari PT Berlina Tbk., perusahaan pengemasan plastik milik grup PT Dwi Satrya Utama. Pengalamannya selama 8 tahun di industri plastik dan empat tahun di bidang listrik di sebuah perusahaan asal Cina memberinya pemahaman lebih mendalam terhadap manajemen produk konsumer dan industri secara makro.

Dulu, ketika direkrut, pria kalem bertubuh tinggi besar itu memimpin seluruh kegiatan operasional Berlina di Cina. Di sana kariernya juga bersinar. Meski persaingan luar biasa ketat, Indra mengklaim, Berlina tetap dapat menikmati tingkat pertumbuhan yang baik dalam penjualan dan laba pada 2004 dan 2005. Melihat itu, GE Shanghai lantas mengambilnya untuk ditempatkan di Indonesia.

Nah, begitu pulang kampung, Indra langsung menyiapkan kuda-kuda untuk melejitkan kinerja GELI. “Ada dua strategi yang saya terapkan,” ungkapnya. Pertama, fokus pada pelanggan serta membina tim kerja yang solid dan kompak. Kedua, mengembangkan GELI pada produk dan channel yang tepat.

Indra pun menunjukkan kepada anak buahnya pentingnya pelanggan serta teamwork. Ia, misalnya, sampai menembus hutan belantara Sumatera dan Kalimantan untuk mengunjungi tempat-tempat terpencil bersama anak buahnya. “Dengan begitu, pelanggan benar-benar merasakan bahwa kami serius dalam berbinis. Mereka sampai berkata, ‘Bapak adalah country manager pertama yang mengunjungi kami sejak dahulu’,” tutur Indra. Hal serupa pernah dilakukannya ketika di Berlina. Kala itu, ia pernah bermobil dengan timnya menembus gurun pasir di Mongolia untuk menemui pelanggan.

Hal itu dibenarkan Hari Njotowidjojo, Project Sales Leader GE Lighting & Industrial. “Pak Indra memberikan target yang cukup tinggi kepada saya. Namun dia juga melengkapinya dengan coaching dan pendampingan, jadi kami merasa ditemani dalam mengejar target,” ujar anggota tim Indra itu.

Adapun strategi kedua yang dikembangkan Indra adalah ekspansi ke produk dan channel yang tepat. Berdasarkan posisinya yang membawahkan produk konsumer dan industri, fokus pertama Indra pada tahun pertama adalah penyerapan pasar konsumer. “Kami gencar memasarkan produk yang dibutuhkan pasar seperti produk-produk hemat energi yang berkualitas dan aman. Selain itu, memberikan benefit kepada customer seperti imbal balik modal yang jauh lebih singkat dibandingkan produk kompetitor,” ujar Indra. Sebagai contoh, ia mengklaim, produk lampu GE seperti T5 linear fluorescent lamp dan produk alat-alat distribusi listrik seperti busduct wavepro dan spectra merupakan produk-produk GE yang payback-nya lebih singkat.

Setelah pasar konsumer dikuasai, barulah ia fokus pada pola business to business (B2B). Ketika itu GELI juga mendulang sukses. Indra mendapatkan banyak proyek dari perusahaan swasta dan pemerintah. Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) dan lampu sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta merupakan contoh proyek yang berhasil direbut GELI.

Hari masih ingat, ketika itu di kuartal IV/2008 nyaris saja dirinya luput meraih target. Saat itu Indra lantas memberi solusi penggunaan produk baru GE. Ternyata pemecahan yang diajukan Indra bisa diterima klien dan akhirnya malah justru memberikan margin yang lebih besar bagi GELI.

Indra mengaku, kunci utama dalam berbisnis adalah kepercayaan. “Pada umumnya customer harus yakin dulu pada orang atau company yang menjual, yakin bahwa kami jujur akan kualitas produk kami dan jujur pada servis yang kami berikan,” ujarnya. Dan dalam urusan ini, Indra turun tangan langsung. “Dalam setahun, Pak Indra bisa empat kali mengunjungi kami. Itu di luar pembicaraan telepon yang sering dilakukannya sekadar untuk say hallo,” ujar Yohana, distributor prinsipal GELI untuk Yogyakarta.

Meski terlihat memiliki pemikiran yang terencana, jangan bayangkan Indra adalah sosok yang memiliki rencana lengkap dalam hidupnya. “Saya tidak memiliki rencana karier. Aspirasi saya semata-mata adalah dengan prestasi bisa mendapat exposure di GE dan regional assignment,” ungkapnya.

Tipnya dalam menghadapi stres juga cukup sederhana. “Saya suka mengingat dan membayangkan figur lain yang menghadapi kondisi jauh lebih berat, misalnya Presiden AS terbaru, Barrack Obama, atau Jimi Hendrix, gitaris legendaris asal AS, yang besar dalam kemiskinan,” paparnya.

Namun kalau benar-benar dalam tekanan hebat, Indra biasanya memutuskan kontak sejenak dengan dunia luar. “Kalau benar-benar underpressure, saya menenangkan pikiran dengan bermeditasi atau mendengarkan musik yang menenangkan.”

Bisa jadi, karena itu pula, Indra tidak resah dengan kondisi ekonomi global yang tengah bergejolak. “GE adalah perusahaan yang tangguh dan telah teruji selama 130 tahun. Karena itu, kami tetap optimistis,” katanya. Tantangan yang dihadapi GELI tahun ini, menurutnya, berkaitan dengan penurunan daya beli dan perang harga antarperusahaan produsen lampu.

Karena itulah, tahun ini GE lebih memfokuskan pada proyek B2B. Adapun target pertumbuhan GE di bawah naungan Indra tahun ini mencapai 30% dari tahun sebelumnya. Sulitkah target tersebut bagi Indra? Nampaknya tidak kalau dilihat dari komentarnya. “Krisis global kali ini tidak banyak berpengaruh terhadap penjualan lampu. Banyak proyek yang sudah dikerjakan pada tahun sebelumnya tinggal finishing saja. Mereka tentu perlu lampu,” ucapnya dengan penuh percaya diri.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag