Kim Datang Lagi

Kim Datang Lagi

Di sela-sela kepadatannya memberi pelatihan kepada pelaku bisnis di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, awal Maret lalu, guru besar Strategi dan Manajemen Internasional di INSEAD Prancis itu menyempatkan waktu kepada Tutut Handayani dari SWA. Berikut petikan wawancaranya:

Apa tujuan kedatangan Anda?

Meluruskan kembali pengertian dan pemahaman BOS. Ini bukan tentang inovasi, teknologi baru, bukan pula tentang ide baru. Ini sebuah proses rekonstruksi, membuat eksekusi yang berbeda dari kebanyakan pelaku industri, demi menciptakan pasar baru. BOS is about reconstruct existing thing with totally different way. BOS not just make an innovation.

Bagaimana perkembangan penerapan strategi ini di Indonesia?

Saya akui, belum banyak perusahaan di Asia, termasuk Indonesia menjalankan strategi ini. Bahkan di Indonesia belum ada satu perusahaan pun mengeksekusinya. Untuk itulah saya datang.

Kini terjadi krisis finansial. Apa peran signifikan BOS bagi bisnis?

Memang, krisis finansial sangat memengaruhi supply dan demand. BOS adalah bagaimana menciptakan permintaan terhadap produk milik kita. Tujuan strategi ini sebenarnya memang creating demand pada saat yang tepat di kala situasi krisis ataupun nonkrisis. Dan, dalam penerapannya, tetap memperhatikan empat kerangka aksi untuk merekonstruksi elemen customer value.

Apa saja empat kerangka aksi itu?

Mengidentifikasi faktor yang harus dihilangkan (eliminate), mengurangi faktor yang seharusnya dikurangi karena berada di bawah standar industri (reduce), meningkatkan faktor yang seharusnya dinaikkan sehingga di atas standar industri (raise), dan menciptakan faktor yang belum pernah ada di industri (create).

Faktor eliminate dan reduce itu tentang cost reduction. Adapun raise dan create itu tentang increasing financing volume. Dalam situasi krisis sekarang, bisa dikatakan sebagai saat yang tepat memikirkan kembali hal-hal atau biaya yang bisa dieliminasi dan dikurangi, dalam waktu bersamaan tetap meningkatkan volume.

Apa tahapan utama penerapan strategi ini?

Pertama, fokus pada eliminate dan reduce. Kedua unsur ini adalah elemen kunci metodologi BOS. Banyak orang berpikir, raising dan creating itu yang paling penting. Dan pada situasi bisnis yang tak menentu ini, cara berpikir kita harus dimulai dengan memperhatikan tahapan eliminate dan reduce to create a new one. Lalu, kita tetap fokus dengan apa yang diinginkan calon konsumen yang menjadi target kita. Buatlah tes simpel, lakukan tes itu kepada calon konsumen, dan perhatikan reaksinya. Reaksi itu akan menjadi umpan balik untuk kembali menerapkan strategi ini secara detail dengan cara yang lebih sederhana. Ingat, BOS is about reconstruct existing thing with totally different way.

Selain itu, hal lain yang patut dipahami, strategi ini merupakan proses berkesinambungan yang erat kaitannya dengan peningkatan nilai komersial terhadap produk atau jasa yang kita tawarkan kepada konsumen. Seorang pelaku bisnis dianggap sudah benar mempraktikkan strategi ini jika berbagai terobosan yang sudah dilakukannya punya nilai komersial. BOS itu punya value proposition, profit proposition, dan people proposition yang align jadi satu.

Apa tantangan terbesar penerapan strategi ini?

Kurangnya pemahaman yang baik dan benar. Perlu adanya komitmen penuh dari pemilik dan pemimpin perusahaan yang hendak menerapkan strategi itu. Keberanian untuk keluar dari comfort zone sehingga memasung daya kreasi.

Lalu, apa harapan Anda tentang konsep ini selanjutnya?

Semakin banyak pelaku bisnis terampil menerapkan strategi ini. Semakin banyak pelaku bisnis menerapkan strategi ini akan semakin mewarnai beragam contoh praktik BOS. Dari bukti empiris ini, saya akan merevisi ide BOS seperti yang saya lakukan sebelumnya berdasarkan contoh penerapan BOS di negara-negara lain. Kalau Anda ingin melihat update konsep ini secara detail, silakan akses www.blueoceanstrategy.com.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag