Home » Updates » Kinerja Triwulan I BRI Meningkat Signifikan

Kinerja Triwulan I BRI Meningkat Signifikan

Meningkatnya laba BRI salah satunya disebabkan karena adanya kenaikan Pendapatan Bunga yang sampai dengan Triwulan I Tahun 2008 tercatat sebesar Rp6,419 triliun atau meningkat 14,74% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 5,594 triliun. Pendapatan bunga pinjaman tetap merupakan sumber utama yang menyumbang 77.5% dari total pendapatan bunga BRI.

Sementara itu, beban bunga pada Triwulan I Tahun 2008 yang tercatat sebesar Rp1,762 Triliun atau mengalami kenaikan sebesar 7,75% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp1,635 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BRI sampai dengan Triwulan I Tahun 2008 tercatat sebesar Rp 4,657 triliun, naik 17,63% dari tahun 2007 yang hanya sebesar Rp3,959 Triliun. Net Interest Margin (NIM) BRI pada Triwulan I Tahun 2008 tercatat sebesar 10,45%.

Total Aset Bank BRI tumbuh sebesar 31,74% menjadi Rp 200,459 triliun. Demikian juga dengan ekuitas yang mengalami peningkatan sebesar 14,64% Rp 20,799 triliun. Dengan pertumbuhan aset tersebut maka Return on Assets (ROA) sebelum pajak pada Triwulan I Tahun 2008 adalah sebesar 4,17%, di atas ketentuan bank jangkar sebesar 1,5%.

Di tengah perkiraan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya inflasi, BRI masih menunjukkan pertumbuhan kredit yang bagus. Dibandingkan tahun 2007, pada Triwulan I Tahun 2008 Bank BRI berhasil meningkatkan portofolio kredit sebesar Rp27,377 triliun (30,06%) menjadi Rp 118,436 triliun, sehingga Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI pada Triwulan I Tahun 2008 tercatat sebesar 74,19%. Hal ini juga diimbangi dengan perbaikan angka Non Performing Loan (NPL) gross yang pada triwulan I 2008 tercatat sebesar 3,83%, lebih kecil dibandingkan dengan triwulan I 2007 yang sebesar 5,31%.

Hasil yang menggembirakan tersebut tidak terlepas dari komitmen Bank BRI yang kuat terhadap pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), antara lain dengan pemberian Kredit Usaha Rakyat kepada peminjam yang feasible namun belum bankable. Sampai dengan triwulan I 2008 ini total portofolio kredit BRI untuk sektor UMKM mencapai 83,13% atau sebesar Rp 98,455 triliun dari total pinjaman sebesar Rp 118,436 triliun. Untuk melayani sektor ini BRI ditunjang dengan jumlah jaringan lebih dari 5,000 unit kerja di seluruh pelosok Indonesia .

Di sektor pendanaan (funding), Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun Bank BRI pada triwulan I Tahun 2008 adalah sebesar Rp 159,643 triliun atau meningkat sebesar 30,96% jika dibandingkan dengan DPK Triwulan I Tahun 2007 sebesar Rp 121,898 triliun. Komposisi DPK Bank BRI pada triwulan I tahun 2008 masing-masing giro Rp 26,913 triliun (16,86%), tabungan Rp 71,251 triliun (44,63%) dan deposito Rp 61,479 triliun (38,51%).

SHARE SOCIAL MEDIA


Category: Updates  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


8 − seven =