Kredit Maritim Mandiri Tumbuh 118%

Kredit Maritim Mandiri Tumbuh 118%

“Sebagian besar kredit yang disalurkan merupakan kredit segmen komersial khususnya untuk pembiayaan di bidang pelayaran yakni mencapai 73,6%, sedangkan segmen korporasi dan small sebesar 25,1% dan 1,3%. Sampai saat ini, Bank Mandiri telah membiayai sektor ini yang teintegrasi dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Pembiayaan dari hulu ke hilir ini, lanjutnya, selain mampu menyerap banyak tenaga kerja, industri transportasi laut juga mampu menarik industri lainnya untuk berkembang. “Kami melihat potensi di bidang ini masih cukup besar. Hingga tahun 2010 kebutuhan kapal Indonesia diperkirakan mencapai 654 unit dengan total dana sebesar US$ 4,6 triliun,”katanya.

Menurut dia, kebutuhan terbesar terdapat pada kapal berjenis coal carrier seiring dengan potensi pengangkutan batubara di Indonesia yang hingga 2010 diperkirakan mencapai 216 juta ton dan 318 juta ton pada 2025. Untuk pengangkutan batubara, paparnya, pangsa kapal Indonesia saat ini hanya sebesar 40% sementara untuk pengangkutan minyak, pangsa kapal Indonesia sebesar 39%.

Dalam 5 tahun terakhir, tutur Agus, perkembangan jumlah armada angkutan laut juga mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan. Sepanjang 2007, pangsa kapal nasional untuk angkutan dalam negeri mencapai 65%. Pemberlakuan Inpres No.5/2005 tentang azas cabottage, juga dapat memacu pertumbuhan bisnis cargo domestik serta mendorong produktivitas dan efisiensi pelayanan pelabuhan laut.

“Sebagai negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pengembangan industri maritim yang besar dan beragam. Ditunjang oleh stabilitas ekonomi dalam negeri, sektor industri maritim terutama yang terkait dengan transportasi laut domestik diharapkan tumbuh signifikan. Selain itu dengan adanya penerapan kawasan khusus di Indonesia, seperti kawasan industri dan Free Trade Zone, diharapkan dapat mendukung pengembangan industri maritim tanah air.”

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag