“Peningkatan laba bersih ini diperoleh dari peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income) dan fee based income,” ujar D.E. Soetijoso,
Presdir BCA. Hingga akhir September 2005, BCA membukukan pendapatan bunga bersih senilai Rp 5,62 triliun atau naik 15,75% dibanding periode yang sama
2004. Sedangkan fee based income sebesar 31,70%, naik dari Rp 1,22 triliun pada akhir September 2004 menjadi Rp 1,6 triliun akhir September 2005.
Total kredit (konsolidasi) sampai dengan akhir kuartal III 2005 tumbuh 41,75% menjadi Rp50,96 triliun, atau naik dari Rp35,96 triliun periode sebelumnya. Sementara loan to deposit ratio (LDR) meningkat dari 28,5% menjadi 39,95% sampai akhir kuartal III.
Sementara itu, kredit korporasi mencapai Rp 19,19 triliun, sedangkan kredit UKM & komersial dan kredit konsumer masing-masing berjumlah Rp 22,67 triliun dan Rp 9,10 triliun. Dana pihak ketiga naik 1,4% dari periode tahun lalu menjadi Rp 127,43 triliun. Tabungan menjadi komponen terbesar 51,46%, diikuti giro 24,22% dan deposito 24,32%.