Laba bersih pada sembilan bulan pertama 2005 turun 32,8 % terutama karena adanya kerugian dari dari hasil penjualan saham di anak-anak perusahaan terkonsolidasi sebesar Rp 394,3 miliar (sebelum pajak) di sembilan bulan pertama tahun 2004. Perusahaan juga mencatat kenaikan dalam pos biaya lain-lain utamanya disebabkan kerugian kurs (akibat translasi/bukan tunai) sejumlah Rp 357,6 miliar selama sembilan bulan pertama 2005 karena melemahnya mata uang rupiah.
Untuk periode berakhir 30 September 2005, jasa seluler, jasa telekomunikasi tetap, dan jasa Multimedia, komunikasi data dan tnternet (MIDI) masing-masing memberikan kontribusi sebesar 75,1%, 11,0%, dan 13,9% terhadap pendapatan usaha perusahaan.
Untuk periode sembilan bulan pertama 2005, pendapatan usaha tumbuh sebesar 14,2%, laba usaha naik 6,8%, dan EBITDA meningkat 10,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih turun utamanya karena tidak adanya one-off gain dan rugi translasi kurs bersih sebagai akibat dari melemahnya rupiah. Namun, kami optimis dapat mencapai target pelanggan di akhir tahun sebesar 13 sampai 14 juta pelanggan” jelas Hasnul Suhaimi, Dirut Indosat.