Peningkatan laba bersih yang signifikan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan perseroan dari semula Rp 738,646 miliar menjadi Rp 1,24 triliun, sehingga laba kotornya bertambah dari Rp 115,570 miliar menjadi Rp 196,287 miliar dan laba usahanya naik dari Rp 98,720 miliar menjadi Rp 162,257 miliar.
Perseroan dalam periode tersebut juga membukukan pendapatan lain-lain bersih yang meningkat dari Rp 19,738 miliar menjadi Rp 37,068 miliar, terutama bersumber dari laba selisih kurs, pendapatan komisi dan pendapatan bunga.
Dengan demikian laba sebelum pajak perusahaan manufaktur alat-alat berat ini, bertambah dari Rp 118,458 miliar menjadi Rp 199,325 miliar, sedangkan laba bersih per saham naik dari Rp 214 menjadi Rp 360.
Per 30 September 2005 posisi kewajiban lancar perseroan meningkat menjadi Rp 315,524 miliar dari periode sama tahun lalu Rp 173,846 miliar, tetapi ditopang oleh jumlah aktiva lancarnya yang bertambah dari Rp 714,482 miliar menjadi Rp 849,674 miliar.
Sementara itu, posisi kewajiban jangka panjangnya tercatat hanya Rp 9,462 miliar, naik dari sebelumnya Rp 3,709 miliar. Sedangkan total ekuitasnya bertambah dari Rp 696,522 miliar menjadi Rp 864,800 miliar dan total aktiva membengkak dari Rp 874,078 miliar menjadi Rp 1.189,786 miliar.
