Laba Emirates Grup Tergerus 72%
Grup Emirates juga mencatatkan penurunan neraca kas, dari USD 3,8 miliar di tahun buku sebelumnya menjadi USD 2,4 miliar di tahun buku sekarang. Meski mengalami penurunan di berbagai indicator keuangan, namun Emirates tetap berbangga diri lantaran mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sesulit seperti saat ini. “ Kami berhasil membukukan laba bersih di tahun ke 21 secara berturut-turut. Meskipun angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 72% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya, namun melihat situasi yang ada, hasil ini sangat memuaskan,†ujar Sheikh Ahmed bin Saeed Al-Maktoum, Chairman sekaligus Chief Executive Emirates Airlines and Group.
Emirates mencatatkan, pengeluaran bahan bakar tetap menjadi pembelanjaan terbesar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Tercatat pula, 36,2 % biaya operasional penerbangan yang tidak terdua, lebih besar dibandingkan 32,9% pengeluaran operasional pada tahun sebelumnya.
Pada tahun lalu, harga minyak dalam enam bulan pertama naik hingga USD 137 perbarel yang sayangnya diikuti oleh penurunan penumpang akibat melemahnya perekonomian global serta penurunan produksi akibat penguatan USD terhadap mata uang lainnya. Hal tersebut diklaim Emirates telah menyebabkan penurunan laba dan margin bersih Grup Emirates, yakni sebesar 3,3% jika dibandingkan dengan angka tahun lalu yang sebesar 13,2%.
“Emirates telah bekerja semaksimal mungkin untuk menghadapi resesi ini dengan menjaga ketangkasan dan kelincahannya dalam menghadapi situasi ekonomi yang bergejolak,†ujar Sheikh Ahmed seraya menyebutkan rencana perusahaannya untuk menerima 18 armada pesawat baru tahun depan.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.