Makin Berkibar di Tangan Robert Foye

Makin Berkibar di Tangan Robert Foye

Selain varian baru, CCI juga makin mengukuhkan diri sebagai raja minuman dengan meluncurkan Powerade Isotonik. Produk paling gres dari CCI ini boleh dibilang sebagai penegasan bahwa perusahaan minuman ini juga mengerti kebutuhan pasar. Maklum, minuman yang mengandung kadar isotonik alias pengganti ion-ion tubuh ini sedang naik daun dan digemari masyarakat, khususnya warga perkotaan. Powerade Isotonik baru diluncurkan awal tahun ini tapi produknya sudah tersedia di seluruh Pulau Jawa dan akhir Januari ini sudah bisa dijumpai di seluruh Indonesia. Distribusi yang cepat dan merata ini memang menjadi salah satu kekuatan CCI.

Agresivitas CCI menetaskan beragam inovasi produk tentu tak lepas dari peran dan kendali nakhoda CCI. Adalah Robert Foye yang boleh dibilang menjadi motor penggerak CCI. Selama dua tahun di bawah komandonya, CCI gencar menggeber varian ataupun produk baru. Diakui Robert, ia memang ingin meletakkan landasan tambahan bagi bisnis dan inovasi Coca-Cola di Indonesia. gSaya sangat berharap bisa melihat bisnis Coca-Cola terus berkembang dan memberikan lebih banyak pilihan produk bagi konsumen,h ungkap Direktur Pengelola CCI itu. Sadar dinamisasi pasar menuntut kepiawaian produsen membaca kebutuhan pasar, Robert pun melakukan berbagai inovasi produk. Tak hanya terpaku pada minuman untuk kesegaran, ia juga merejuvenasi produk, seperti teh dan minuman isotonik.

Menurut MBA dari Rice University, Houston, Texas ini, Coca-Cola dipasarkan di Indonesia sejak 1927 dan mulai diproduksi secara lokal pada 1932. Sejarah keberadaan Coca-Cola yang telah lama di pasar Indonesia menjadikan produk ini mampu memiliki pelanggannya sendiri di sini. Dengan penetrasi pasar yang bagus, menurutnya, tantangan terbesar adalah menjawab kebutuhan dan tuntutan konsumen yang menginginkan variasi produk minuman yang lebih banyak dan sesuai dengan keinginannya. gTugas kami adalah bisa memberikan pilihan yang tepat bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka yang beragam tersebut,h ungkap warga negara Amerika Serikat yang memiliki empat anak ini.

Kelahiran 23 Mei 1966 ini menjelaskan, peluncuran produk baru juga harus dibarengi progam pemasaran dan distribusi yang tangguh. Tanpa itu, produk baru akan sulit diterima pasar. Diakuinya juga, di tengah-tengah situasi ekonomi yang tidak menguntungkan — tingkat inflasi dan harga yang tinggi — Coca-Cola tergolong sukses menjaga stabilitas penjualannya selama dua tahun terakhir. Toh, dikatakan Robert, masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mengembangkan pasar dan meningkatkan konsumsi per kapita terhadap produk-produk Coca-Cola di Indonesia.

Direktur CCI Titi Sadarini mengakui, banyak inovasi dalam hal produk dan kemasan yang dilakukan sejak masuknya Robert. Gencarnya inovasi dua tahun terakhir merupakan kontribusi Robert yang telah membawa dan membagi pengalamannya di bidang inovasi produk selama bertahun-tahun di Coca-Cola Internasional. Menurut Titi, penjualan CCI meningkat, tapi ia tak ingat berapa persen peningkatannya. gYang pasti, consumer interest dan consumer excitement meningkat. Konsumen mengetahui bahwa Fanta mempunyai flavour lain sehingga mendorong orang untuk trial,h ujarnya menambahkan.

Robert sudah lama merentas karier di The Coca-Cola Company. Awalnya, ia bergabung dengan The Minute Maid Company (The Coca- Cola Company) di Houston, Texas, pada 1992. Ia mengawali karier sebagai Executive Assistant to the President. November 1998 ia ditugaskan di Swire Beverages (Anchor Bottler of The Coca-Cola Company) sebagai Direktur Keuangan dan Operasional Kelompok Minuman Non-Carbonated. Sebelum ditugaskan ke Indonesia pada Januari 2004, ia sempat mengemban tugas sebagai Direktur Minuman Baru untuk wilayah Eropa, Eurasia dan Timur Tengah. gSaya merasa sangat senang ketika pertama kali ditugaskan ke Indonesia karena Indonesia dengan jumlah penduduknya yang lebih dari 220 juta jiwa adalah pasar yang memiliki banyak sekali potensi untuk dikembangkan,h ungkap Robert.

Selama di Indonesia rupanya Robert tak hanya piawai mengendalikan bisnis CCI. Ia pun luwes bergaul dengan komunitas di sekitarnya dan aktif di berbagai kegiatan sosial. Di mata Titi, sikapnya yang riang, terbuka, berjiwa muda dan energik telah mendorong karyawan CCI lebih giat berinovasi. gSikap Robert yang humoris membuat karyawan sering tertawa bersama,h ungkapnya.

Boleh jadi, sikap humorisnya yang menarik hati presenter Farhan, sehingga ia diajak nampang di layar kaca. Ia sempat nongol di televisi swasta sebagai bintang dalam Bugil (Bule Gila) Show dalam episode gKerak Telurh. Ia juga menjadi figuran dalam sinetron Kodrat. gSyutingnya dilakukan Sabtu dan Minggu dan honornya disumbangkan ke sebuah yayasan,h kata Robert yang juga menjadi tim penilai tayangan The Apprentice Indonesia.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag