PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) menargetkan pertumbuhan premi tahun ini mencapai lebih dari Rp 4 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 30% dibandingkan tahun lalu yang jumlahnya Rp 3,008 triliun. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur Manulife Indonesia, David Beynon saat berbicara mengenai laporan kinerja 2009, di Manulife Financial, Sampoerna Strategic Square Tower, Jakarta. Selasa (9/3).
David memaparkan, pada 2009 total premi mengalami pertumbuhan sebanyak 7% dari Rp 2,811 (2008) menjadi Rp 3,008 triliun. Total dana kelolaan untuk tiga lini bisnis (asuransi jiwa, pensiun, dan reksa dana), tumbuh sebesar 41% dari Rp 15,709 triliun menjadi Rp 22,187 triliun. Jumlah agen meningkat sebanyak 5% dari 4.502 agen di 2008 menjadi 4.717 agen pada 31 Desember 2009. Rasio Risk Based Capital sebesar 205%, jauh melebihi rasio minimum yang ditetapkan pemerintah. Total klaim yang dibayarkan sebesar Rp 810 miliar meningkat dari Rp 517 miliar tahun lalu.
Adapun komposisi dari tiga lini bisnis masing masing yaitu asuransi jiwa tumbuh 26% dari Rp 8,965 menjadi Rp 11,281 triliun, pensiun tumbuh 49% dari Rp 2,4 triliun menjadi Rp 3,6 triliun, dan reksa dana yang terdiri saham, obligasi, dan pasar uang tumbuh 73% dari Rp 3,6 triliun menjadi Rp 6,2 triliun.
Produk syariah Manulife Indonesia juga tidak mengecewakan, meski baru dimulai pada pertengahan kuartal III tahun lalu dapat menghimpun premi lebih dari Rp 3 miliar. “Ada plan di tahun ini untuk menerbitkan produk syariah yang lain,†ungkap Adi Purnomo, Wakil Presiden Direktur Manulife Indonesia. Total premi untuk produk syariah tahun ini ditargetkan mencapai Rp 25 miliar.
Dengan tetap fokus pada customer, perusahaan yang berbasis di Kanada ini pun memperkenalkan layanan barunya yaitu fasilitas cashless bagi pemegang polis kesehatan individu. “Dengan fasilitas ini pemegang polis yang akan pengobatan rawat inap tidak perlu membayar terlebih dahulu kepada pihak rumah sakit,†terang Hans D. Wall, Senior Vice President Chief Actuary and Pricing Officer. Cashless sendiri fokus pada klien lama dan baru yang sudah memiliki produk kesehatan dari manulife. “Untuk sales target-nya tahun ini sebanyak 1.000 polis per bulan,†kata Hans.
Selama ini, pendistribusian produk asuransi sebanyak 66% dari agen dan sisanya bancassurance. “Kami juga akan mengembangkan telemarketing untuk penjualan asuransi,†ucap David.
