Home » Updates » Mengeduk Miliaran Rupiah Per Bulan dengan Menunggangi Google

Mengeduk Miliaran Rupiah Per Bulan dengan Menunggangi Google

Dengan mengoptimalisasi mesin pencari seperti Google, ribuan pengusaha kecil dan menengah (UKM) berhasil mengeduk omset miliaran rupiah per bulan. Strateginya, tidak hanya sekadar membuat website dan berjualan online. Begini caranya.

Saat ini banyak orang yang kerap berinteraksi dengan internet telah akrab dengan istilah search engine optimisation (SEO). Sekilas info, sederhananya, SEO merupakan sebuah teknik agar website Anda lebih mudah ditemukan diantara ribuan bahkan puluhan juta hasil pencarian suatu kata kunci. Namun tidak banyak yang tahu, saat ini ribuan pengusaha kecil dan menengah sukses menjelajahi pasar ekspor dan meraup miliaran rupiah perbulan dalam tempo hanya 3 bulan -1 tahun setelah mempraktekan strategi SEO yang tepat. “SEO itu bukan cara singkat menjadi kaya dalam semalam, melainkan mengajarkan berbisnis cerdas menggunakan Google,” ujar Riyeke Ustadiyanto, pakar SEO kelahiran Yogyakarta tahun 1972 yang kini tinggal dan bekerja di Bali.

Keke, sapaan akrab pendiri PT Marketbiz Media, konsultan digital marketing, menyebutkan beberapa contoh sukses UKM pengguna teknik SEO. Seperti Frans. Pria 35 tahun, pengusaha furnitur berbahan jati di Yogyakarta ini setiap bulannya sukses mengapalkan miliaran rupiah furnitur ke mancanegara seperti Dubai dan Amerika Serikat. Padahal Frans jarang mengikuti pameran ke luar negeri. Keberhasilannya direngkuh hanya 3 bulan setelah menggunakan teknik SEO dengan menggunakan kata kunci semacam “ teak furniture wholesale”. Tak berbeda halnya dengan Kadek Sudarsana, mantan housekeeper berusia 30-an tahun ini memiliki omset 3 miliar/bulan dari bisnis rental villa kelas atas di Bali. Harga villa yang disewakannya berharga Rp 1 juta -Rp 10 juta. Sama seperti Frans, konsumennya datang dari mancanegara. Yang unik, Kadek tidak memiliki satu villa pun. Ia hanya menjadi agen penyewaan melalui internet dan menggunakan kata kunci “villa Bali”, “mansion Bali” dan sejenisnya.

Tidak berbeda halnya dengan Deden. Pria 34 tahun tersebut sukses menggelar minimal 40 paket pernikahan dalam sebulan di Bali dengan harga paket antara Rp 40 juta – tak terhingga. Padahal modal Deden hanyalah biaya bandwith internet dan kata kunci Baliwedding. “Masih ada 9 ribu lebih contoh pengusaha UKM yang seperti mereka. Dari sekadar pekerja biasa, mempunyai bisnis dan kemudian menjadi miliarder setelah memakai teknik SEO,” ujar Keke.

Teknik SEO menjadi sedemikian dahsyat karena teknik tersebut berupaya beradaptasi dengan ‘pola pikir’ mesin pencari seperti Google. Kuncinya, yakni menyiasati antara konten website dengan  link. ‘Rahasia’ lainnya, mesin pencari seperti Google menyukai website yang berisi kata-kata. Dan juga, tidak ada salahnya Anda mencantumkan kata ‘wholesale’ jika produk Anda adalah furnitur atau perhiasan. “Rata-rata pencari furnitur kayu atau perhiasan di internet itu adalah pebisnis yang akan menjual lagi produknya. Makanya mereka hampir pasti mencari kata wholesale, alias grosir, yang akan membedakan dengan pembelian ritel,” Keke menerangkan.

Langsung ke praktiknya. Jadi jika Anda memiliki bisnis furnitur kayu jati seperti Frans, untuk mengoptimalkan hasil pencarian terhadap website Anda, silakan gunakan kata kunci, teak wooden furniture wholesale, atau wooden furniture wholesale dan saksikan sendiri peningkatan peringkat situs Anda di Google atau mesin pencari lainnya. “Memiliki website itu penting, tapi tidak ada gunanya kalau tampil di halaman sekian dalam hasil pencarian, karena rata-rata orang hanya mencari di halaman pencarian 1-5 saja. Dalam hal inilah teknik SEO menjadi penting,” urai Keke salah satu pendiri UKM Goes Online, gerakan pemberdayaan UKM melalui internet.

Nah, di UKM Goes Online yang dibesut Keke dan kawan-kawan sejak tahun 2008, mereka mengajarkan para UKM untuk belajar menunggangi mesin pencari. “ Kami memiliki visi menciptakan 1 juta netpreneur (pengusaha berbasis internet-red) baru dan menghasilkan devisa bagi Indonesia. Saat ini jumlah alumni kami mencapai 10 ribu UKM dengan omset antara Rp 400 juta- miliaran rupiah perbulan,” urai ayah dua anak lulusan jurusan Akuntansi Universitas Gadjah Mada itu.

SHARE SOCIAL MEDIA


Tags: ,
Category: Updates  |  Comment (RSS)  |  Trackback

7 Comments

  1. Cah Njeporo says:

    Mantab, ditunggu 1juta netpreneurnya, biar pajak semakin besar, negara tambah kaya, bangsa makin maju.

  2. Mantab.
    Ditunggu 1juta netpreneurnya, biar pajak bertambah besar, negara tambah kaya, bangsa tambah maju, rakyat makmur sejahtera

    Jiosss – PUSAT

  3. Salut buat Mas Keke, dengan program ukm goes onlinenya, mudah mudahan banyak orang yang termotivasi untuk memajukan ukm di Indonesia

  4. abangkunto says:

    HI,

    Very nice for your article, I am interested to know more.

    Bst Rgds

    <a href="http://www.teakcenter.com&quot; title="teak furniture" rel="dofollow">teak furniture</a>

  5. gadgets says:

    Luar biasa teknik seo masih belum merajale di bisnis UKM, pada dasarnya ini adalah teknik pemasaran baru

  6. blognesian says:

    Perlu ada orang2 yang memberikan pencerahan bagi para UKM ni sangat berguna

LEAVE A REPLY


nine − = 3