Menggairahkan Semangat Menulis
Kenyataan inilah yang kami bahas bersama Katamsi Ginano, mantan wartawan yang kini bekerja di PT Newmont Pacific Nusantara (NPN). Katamsi, yang hingga sekarang masih gemar menulis dan kerap melontarkan gagasan yang out of the box, nyeletuk, â€ÂKenapa kita nggak bikin lomba menulis esai saja?†Maka, itulah yang kami lakukan bersama, SWA dan NPN. Topik yang kami tentukan adalah Corporate Sosial Responsibility (CSR), yang sangat relevan dengan fokus kami sebagai majalah bisnis.
Jumlah tulisan yang masuk ke meja redaksi terbilang banyak, hampir 400 naskah dari berbagai kalangan. Ada yang dari jurnalis, praktisi bisnis, aktivis, budayawan, mahasiswa, pelajar, juga ibu rumah tangga. Sayang, kebanyakan peserta lupa mematuhi persyaratan panjang naskah yang ditentukan atau kurang memahami batasan esai, sehingga terpaksa disisihkan.
Naskah peserta diseleksi Dewan Juri yang terdiri atas Masmimar Mangiang (Dosen Jurnalistik FISIP Universitas Indonesia), Bambang Harymurti (wartawan senior Tempo), Harry Surjadi (penulis senior), Tanadi Santoso (praktisi usaha, penulis kolom), Noke Kiroyan dan Katamsi Ginano (NPN), serta Teguh S. Pambudi dan Teguh Poeradisastra (SWA).
Kriteria penilaian adalah isi (content), relevansi (context) dan teknis (technical). Dari sisi isi, kami memperhatikan kerangka pemikiran (teori ataupun penalaran) yang digunakan, apakah gagasan yang dikemukakan orisinal, dan inovatif. Adapun dari sudut relevansi, kami menelisik apakah gagasan tersebut relevan dengan persoalan yang dihadapi, dan bisa diterapkan, tidak sekadar mengawang-awang. Selanjutnya, kami simak pula apakah cara bertuturnya runtut, mudah dipahami, bahasanya jelas, ejaannya benar, dan sebagainya.
“Banyak juga yang hanya menjajarkan pemikiran orang lain, tanpa memberi gagasan atau rekomendasi,†ujar Teguh Pambudi, pakar CSR yang mengikuti pelatihan LEAD Indonesia Fellows Cohort XI. “Selain kurang memahami persoalan, ada juga yang tak mengerti apa itu esai,†Harry menimpali. Sementara Katamsi menyayangkan banyaknya penulis yang buruk bahasanya. “Padahal, bahasa adalah alat untuk menyampaikan gagasan agar bisa dipahami khalayak,†katanya.
Setelah penyaringan ketat, hasilnya adalah tiga pemenang utama dan tiga pemenang harapan seperti yang kami umumkan di halaman lain edisi ini. Selamat kepada para pemenang. Teruslah berkarya dan mengemukakan gagasan cemerlang Anda.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.